
Operasi Tangkap Tangan KPK di Ponorogo: 13 Orang Diamankan
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, bersama 12 orang lainnya pada Jumat (7/11/2025). Setelah operasi tersebut, akses menuju kantor Pemkab dan rumah dinas Bupati (Pringgitan) di Jalan Alun-alun Utara, Ponorogo, Jawa Timur, ditutup total. Penutupan akses ini dilakukan sejak Sabtu (8/11/2025), dengan penjagaan ketat oleh petugas.
Pintu masuk sebelah barat yang biasanya terbuka untuk umum kini tertutup rapat. Jalur alternatif menuju kompleks kantor Pemkab juga diblokir oleh petugas. Seorang anggota Satpol PP Ponorogo yang berjaga mengatakan bahwa perintah untuk menutup akses berasal dari atas. Namun, perintah tersebut bukan dari Kepala Satpol PP Ponorogo, Eko Edy Suprapto, melainkan langsung dari Pringgitan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Perintah dari belakang (Pringgitan),” ujarnya. Hanya orang tertentu saja yang diperbolehkan masuk ke area kantor bupati tersebut. Petugas jaga menjelaskan bahwa mereka akan bertanya terlebih dahulu tentang keperluan seseorang. Jika keperluannya jelas, seperti tukang galon atau kurir paket, maka orang tersebut boleh masuk.
Bupati dan 6 Orang Lainnya Tiba di Jakarta
Bupati Sugiri sendiri telah tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, bersama lima orang lainnya pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.10 WIB. Sugiri yang tiba di KPK mengenakan rompi hitam, tidak menanggapi pertanyaan wartawan yang menunggunya di lobi gedung KPK. Dia hanya menunduk dan melipat tangan langsung menuju ruang pemeriksaan.
Selain Sugiri, enam orang lainnya telah tiba di Jakarta. Sementara tujuh orang lainnya dibawa ke Jakarta hari ini, sehingga total 13 orang yang diamankan dalam operasi senyap KPK di Ponorogo.
Dugaan Suap dalam Proses Mutasi Jabatan
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan penangkapan ini berkaitan dengan dugaan suap dalam proses mutasi dan promosi jabatan di lingkungan Pemkab Ponorogo. “Dalam kegiatan tangkap tangan di wilayah Ponorogo hingga Jumat malam, tim mengamankan 13 orang,” kata Budi kepada wartawan, Sabtu (8/11/2025).
“Tujuh orang pagi ini kami bawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan,” jelasnya. KPK masih belum mengungkapkan secara detail barang bukti yang diamankan dalam operasi tersebut.
Langkah Penutupan Akses Menuju Kantor Bupati
Penutupan akses menuju kantor bupati dan rumah dinas Bupati Ponorogo dilakukan sebagai bagian dari upaya KPK untuk memastikan keamanan dan kelancaran proses penyelidikan. Petugas jaga mengatakan bahwa penutupan akses merupakan perintah dari pihak yang lebih tinggi, meskipun tidak disebutkan secara spesifik siapa yang memberikan perintah tersebut.
Sejumlah warga dan pejabat setempat menyatakan kekecewaan terhadap langkah penutupan akses tersebut, karena mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, petugas tetap menjalankan perintah tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Kedatangan 13 Orang ke Jakarta
Seluruh 13 orang yang diamankan dalam operasi OTT KPK di Ponorogo akan dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut. Enam orang tiba di Jakarta pada hari pertama, sedangkan tujuh orang lainnya akan tiba pada hari berikutnya. Hal ini menunjukkan bahwa KPK berkomitmen untuk memproses kasus ini secara cepat dan transparan.