
KPK Meminta Mahfud MD Melaporkan Dugaan Korupsi dalam Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan kembali keinginan mereka untuk menerima laporan dari mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilaporkan dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap informasi yang bisa diberikan oleh Mahfud MD. Ia mengatakan bahwa setiap informasi awal yang disampaikan oleh masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan analisis lebih lanjut oleh KPK.
"Terima kasih atas informasi awalnya, dan jika memang Prof. Mahfud ada data yang nanti bisa menjadi pengayaan bagi KPK, maka kami akan sangat terbuka untuk kemudian mempelajari dan menganalisisnya," ujar Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (20/10).
Langkah Proaktif KPK dalam Menindaklanjuti Laporan Masyarakat
Budi menjelaskan bahwa KPK akan bertindak secara proaktif dalam menindaklanjuti setiap laporan aduan masyarakat. Hal ini dilakukan dengan melakukan pulbaket atau pengumpulan bahan keterangan lainnya untuk melengkapi informasi awal yang sudah disampaikan.
"Dalam artian bahwa dari setiap informasi awal yang masyarakat sampaikan kepada KPK, KPK tentu akan melakukan pulbaket atau melakukan pengumpulan bahan keterangan lainnya untuk melengkapi informasi awal yang sudah disampaikan oleh masyarakat," jelasnya.
Mahfud MD Mengungkap Dugaan Penggelembungan Anggaran
Sebelumnya, Mahfud MD dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025, yakni Mahfud MD Official, mengungkapkan ada dugaan tindak pidana korupsi dalam bentuk penggelembungan anggaran atau mark up di proyek Whoosh.
Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu sebesar 52 juta dolar Amerika Serikat. Namun, di China sendiri, hitungannya hanya 17-18 juta dolar AS. Angka ini naik tiga kali lipat.
"Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Naik tiga kali lipat. 17 juta dolar AS ya, dolar Amerika nih, bukan rupiah, per kilometernya menjadi 52 juta dolar AS di Indonesia. Nah itu mark up. Harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini," katanya.
KPK Mengimbau Mahfud MD untuk Melaporkan Dugaan Korupsi
Pada 16 Oktober 2025, KPK mengimbau Mahfud MD untuk membuat laporan mengenai dugaan korupsi dalam proyek Whoosh. Respons Mahfud MD terhadap imbauan KPK datang melalui cuitan di akun media sosial X pribadinya, @mohmahfudmd, pada 18 Oktober 2025.
Dengan adanya dugaan korupsi yang muncul, KPK tetap berkomitmen untuk melakukan investigasi mendalam dan transparan. Selain itu, pihak KPK juga mengajak masyarakat umum untuk terus memberikan informasi atau bukti-bukti yang relevan agar dapat diproses lebih lanjut.
Peran Masyarakat dalam Pemberantasan Korupsi
KPK menekankan pentingnya peran masyarakat dalam pemberantasan korupsi. Setiap informasi yang diberikan oleh masyarakat, baik berupa dugaan pelanggaran maupun bukti-bukti konkret, akan menjadi bahan evaluasi dan penelitian lebih lanjut.
Dengan demikian, KPK berharap masyarakat dapat terus aktif dalam memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan dan penyidikan yang sedang dilakukan.