Kpopers Minta Hana Bank Berhenti Pendanaan Proyek Nikel PLTU

admin.aiotrade 09 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Kpopers Minta Hana Bank Berhenti Pendanaan Proyek Nikel PLTU

KPOP4PLANET dan Penggemar BigBang G-Dragon Minta Hana Bank Berhenti Mendanai Proyek Nikel di Pulau Obi

KPOP4PLANET, sebuah kampanye yang dipimpin oleh para penggemar K-pop di Indonesia, khususnya FAM dan VIP, mengirimkan surat terbuka kepada Hana Bank. Surat ini bertujuan untuk mendesak bank tersebut agar segera berhenti mendanai proyek nikel yang ditenagai PLTU batu bara di Pulau Obi, Maluku Utara. Desakan ini muncul setelah diketahui bahwa Hana Bank memberikan pendanaan kepada anak usaha Harita Nickel, yang masih bergantung pada batu bara dalam operasinya.

Surat terbuka ini merupakan bagian dari kampanye bertajuk “Hana, Bring K-pop Not Coal”. Tujuan kampanye ini adalah untuk menuntut Hana Bank agar lebih fokus pada kolaborasi dengan idola K-pop, seperti G-Dragon dari BigBang, yang menjadi brand ambassador terbaru Hana Financial Group, induk perusahaan Hana Bank.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Banyak penggemar senang melihat Hana memilih idola kami sebagai brand ambassador, tetapi kami belum melihat kolaborasi ini di Indonesia. Justru, Hana justru membiayai proyek-proyek yang merusak lingkungan dan komunitas lokal. Oleh karena itu, kami mendesak Hana untuk membawa K-pop ke Indonesia, bukan pembiayaan batu bara,” ujar Nurul Sarifah, Juru Kampanye KPOP4PLANET Indonesia, dalam keterangan tertulis.

Hana Bank Memberikan Pinjaman Total 530 Juta Dolar AS

Laporan Recourse pada 2024 menyebutkan bahwa PT Korea Exchange Bank (KEB) Hana Bank Indonesia bersama DBS, UOB, dan perbankan lainnya menyediakan pinjaman total 530 juta dolar AS pada 2022, kepada PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF), anak perusahaan dari Harita Nickel di Pulau Obi.

Selain itu, sejak 2018, Hana Bank telah mengucurkan pembiayaan sebesar 84 juta dolar AS ke Grup Harita, sesuai laporan Market Forces. Padahal, pada 2021, Hana Financial Group telah mengumumkan akan menghentikan pembiayaan untuk proyek terkait pembangunan PLTU batu bara di dalam dan luar negeri.

Menurut Laporan Keberlanjutan Harita pada 2024, emisi perusahaan tercatat sebesar 10,87 juta ton setara CO2 per tahun. Angka ini, menurut laporan Market Forces, setara hampir 1 persen dari total emisi Indonesia pada 2023 atau sama dengan emisi dari 2,36 juta mobil berbahan bakar gas yang dikendarai selama satu tahun.

Tambang Nikel Bahayakan Pulau Obi

Operasi nikel di Pulau Obi dilaporkan membahayakan komunitas lokal, lingkungan, dan keanekaragaman hayati. Mengacu pada Laporan Climate Rights International 2025, operasi nikel di pulau tersebut berdampak pada hak masyarakat atas lahan mereka serta relokasi yang dipaksakan dan tidak layak ke EcoVillage.

Teranyar, laporan Gecko Project menemukan kandungan logam berat pada level berbahaya dalam ikan hasil tangkapan di perairan sekitar proyek nikel, yang menimbulkan risiko kesehatan terutama bagi anak-anak.

“Pembiayaan KEB Hana ke Grup Harita memperburuk krisis iklim karena mendukung pembangunan 2,1 gigawatt (GW) PLTU khusus industri (captive), di mana International Energy Agency (IEA) telah memperingatkan untuk dihentikan demi menyelamatkan ekonomi dan masa depan. Karenanya, kami mendesak Hana Bank untuk berhenti membiayai perusahaan yang pembangunan PLTU captive, termasuk Grup Harita yang bergantung pada bahan bakar fosil dalam operasi pengolahan nikelnya,” tutur Ginanjar Ariyasuta, Juru Kampanye Keuangan Energi Indonesia Market Forces.

Lebih dari 161 Ribu Penggemar Tandatangani Surat Terbuka untuk Hana Bank

Di sisi lain, Hana Bank populer di kalangan anak muda Indonesia melalui bank digital mereka Line Bank, yang memiliki lebih dari 1,2 juta nasabah pada 2024. Bank ini dikenal oleh penggemar lantaran induk usahanya Hana Financial Group menunjuk sejumlah idola K-pop sebagai brand ambassador, seperti G-Dragon dan Ahn Yujin dari IVE.

“Merespon keterlibatan bank ini dalam operasi nikel yang merusak, tujuh basis penggemar telah menandatangani surat terbuka yang akan dikirim ke kantor pusat Hana Bank di Seoul oleh KPOP4PLANET,” kata Nurul. Lebih dari 161.000 penggemar lainnya yang tergabung sebagai pengikut mendukung aksi daring di Instagram dan X untuk menandai massal akun Hana Bank Korea dan menuntut pertanggungjawaban mereka.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan