
Kekayaan Budaya dan Inovasi UMKM Indonesia Mengguncang Asia Fashion Show 2025
\nAsia Fashion Show 2025 yang dihelat di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 21–23 Agustus 2025, menjadi panggung yang memperlihatkan keindahan budaya lokal dan kreativitas UMKM Indonesia. Acara ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Hari Ritel Nasional (HRN) 2025, dengan partisipasi sebanyak 40 UMKM yang dipilih melalui kurasi Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). Mereka tampil dengan berbagai karya yang mencerminkan keragaman dan inovasi, mulai dari batik, kain etnik, anyaman pandan, hingga sepatu kulit bercorak tradisional yang dirancang modern agar siap bersaing di pasar global.
\nInovasi dan Identitas Budaya di Panggung Fashion
\nSalah satu koleksi yang menarik perhatian adalah Kain Ibu karya Triana dari Bekasi. Ia menggabungkan denim dengan kain tradisional Nusantara seperti batik, ulos, dan tenun ikat. Setiap jaket dan blazer yang ditampilkan tidak hanya menunjukkan gaya kasual dan stylish, tetapi juga semangat menjaga warisan budaya yang terus dilestarikan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dari Jakarta, Ghawean Dewe menampilkan konsep zero waste dengan produk berbahan sisa kain batik. Selain ramah lingkungan, UMKM ini juga memberdayakan ibu rumah tangga, pensiunan, serta pemuda lokal. Produk seperti boneka, perlengkapan ibadah, dan pakaian anak mendapat apresiasi dari pembeli internasional yang menghargai nilai sosial dan keberlanjutan dari karya tersebut.
\nAdeline Kusuma asal Yogyakarta menghadirkan koleksi busana berkonsep sustainable fashion. Dengan teknik pewarnaan Titrik berpadu Sashiko Jepang, ia menggunakan bahan alami seperti Jolawe dan Tingi. Sementara itu, Kayo Official milik Fei Kayo memperkenalkan fashion muslim modern berbahan serat alam dengan teknik laser cut.
\nRagam Produk dari Seluruh Nusantara
\nEllena Fashion membawa sentuhan elegan dalam syal dan busana batik, sedangkan Galeri Keke dari Kabupaten Tangerang mengangkat anyaman pandan yang melibatkan lebih dari 100 pelaku UMKM. Produk lokal ini tidak hanya indah, tetapi juga menekankan keberlanjutan bahan baku.
\nQorychan Handmade menampilkan motif Betawi dalam syal cukin dan pouch ondel-ondel. Dari Pandeglang, Deallova Nusantara menghadirkan alas kaki etnik berbahan kulit sapi dengan teknik anyaman khas. Enny Collection memamerkan gamis dan khimar syar’i bermotif bunga mawar dan dahlia, yang memperkuat eksistensinya dalam industri modest fashion.
\nDari Bandung, Rumah Batik Wijaya menampilkan batik klasik sekaligus inovasi shibori “KamaKu”. Selain fashion show, mereka juga menggelar workshop membatik bagi generasi muda, sebagai upaya menjaga regenerasi pengrajin.
\nDukungan untuk UMKM Naik Kelas
\nPada acara ini, para peserta juga memiliki kesempatan untuk berkembang secara bisnis. Berbagai seminar, talkshow bisnis, literasi keuangan, digitalisasi UMKM, hingga business matching dengan mitra internasional turut hadir. Rangkaian kegiatan ini dirancang agar UMKM tidak hanya dipamerkan, tetapi juga dipersiapkan untuk ekspansi global.
\nPuncak Hari Ritel Nasional 2025 akan berlangsung pada 11 November mendatang, disertai program Kelas UMKM Online yang terdiri dari tujuh sesi hingga Oktober 2025. Tema yang diangkat mencakup fundamental bisnis, adopsi teknologi, branding, hybrid selling di era AI, strategi memenangkan pasar, legalitas usaha, hingga ekspansi global.
\nMenjadi Bagian dari Pasar Internasional
\nDengan kreativitas, identitas budaya, serta dukungan Aprindo, UMKM Indonesia menunjukkan kapasitasnya untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi bagian penting dari pasar internasional. Dari inovasi desain hingga keberlanjutan bahan baku, UMKM Indonesia terus menunjukkan potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk memperluas jaringan bisnis di luar negeri.