Kredit Kendaraan Sulit Picu Penurunan Penjualan LCGC

admin.aiotrade 16 Nov 2025 3 menit 17x dilihat
Kredit Kendaraan Sulit Picu Penurunan Penjualan LCGC


aiotrade, JAKARTA – PT Honda Prospect Motor (HPM), produsen mobil asal Jepang, mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan penurunan permintaan pasar mobil segmen low cost green car (LCGC) pada periode Januari hingga Oktober 2025. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total penjualan wholesales LCGC sebanyak 97.556 unit selama 10 bulan tersebut. Angka ini menurun sebesar 34,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu 149.583 unit.

Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor, Yusak Billy, menjelaskan bahwa penurunan pasar LCGC terjadi sejalan dengan melemahnya pasar otomotif secara keseluruhan. Hal ini terutama disebabkan oleh tekanan ekonomi yang dirasakan oleh konsumen pertama kali membeli mobil (first car buyer).

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Mayoritas konsumen LCGC bergantung pada kredit, namun lembaga pembiayaan saat ini lebih selektif. Akibatnya, permintaan juga ikut tertekan," ujar Billy dalam pernyataannya.

Selain itu, maraknya mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) dengan harga terjangkau turut memberikan tekanan terhadap penjualan LCGC di pasar domestik. Saat ini, mulai bermunculan mobil listrik dengan banderol sekitar Rp200 jutaan, terutama dari merek asal Tiongkok seperti BYD Atto 1, Wuling Binguo EV, VinFast VF 3, Seres E1, dan Jaecoo J5 EV.

Meski demikian, menurut Billy, segmentasi konsumen mobil listrik cukup berbeda dengan LCGC. Oleh karena itu, Honda tetap optimistis bahwa LCGC masih memiliki peminat yang besar di pasar otomotif Indonesia.

"Kemunculan BEV terjangkau adalah faktor baru, tetapi profil konsumennya berbeda. Pembeli EV murah biasanya tinggal di perkotaan, memiliki akses ke charging, dan pola penggunaan yang tidak sama dengan mayoritas pembeli LCGC. Jadi, pasar keduanya belum sepenuhnya beririsan," jelasnya.

Billy menambahkan bahwa performa penjualan model Brio dari Honda dalam beberapa bulan terakhir tercatat stabil bahkan cenderung meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan terhadap LCGC dengan proposisi nilai yang kuat masih terjaga di pasar.

Ke depan, fokus HPM tidak hanya pada strategi harga atau pemberian diskon, melainkan pada kemudahan proses pembelian serta jaminan menyeluruh bagi konsumen pembeli mobil pertama. Hal ini mencakup kualitas produk, layanan penjualan dan purna jual, hingga kestabilan nilai jual kembali (resale value).

Adapun, penjualan ritel atau dari dealer ke konsumen Honda mencapai 58.720 unit pada Januari hingga Oktober 2025. Secara persentase, kontribusi Brio terhadap total penjualan Honda sebesar 53%, disusul oleh HR-V sebesar 20%, dan WR-V sebesar 11%.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penurunan Pasar LCGC

  • Tekanan Ekonomi
    Kondisi ekonomi yang tidak stabil membuat konsumen lebih waspada dalam berbelanja, terutama untuk pembelian mobil pertama. Kebijakan kredit yang lebih ketat dari lembaga pembiayaan juga berdampak langsung pada penurunan permintaan.

  • Persaingan dengan Mobil Listrik
    Munculnya mobil listrik berbasis baterai dengan harga terjangkau, khususnya dari merek Tiongkok, semakin memperketat persaingan di pasar mobil murah. Meskipun konsumen BEV dan LCGC memiliki profil yang berbeda, tekanan ini tetap terasa.

  • Perubahan Pola Konsumsi
    Perubahan kebiasaan penggunaan kendaraan, termasuk akses ke fasilitas pengisian daya (charging), memengaruhi preferensi konsumen terhadap jenis kendaraan tertentu.

Strategi Honda dalam Menghadapi Tantangan Pasar

  • Fokus pada Kemudahan Proses Pembelian
    Honda berupaya mempermudah proses pembelian mobil, termasuk layanan purna jual yang berkualitas agar konsumen merasa aman dan puas.

  • Peningkatan Kualitas Produk dan Layanan
    Peningkatan kualitas produk serta layanan penjualan dan purna jual menjadi prioritas utama untuk mempertahankan loyalitas pelanggan.

  • Pertahankan Nilai Jual Kembali
    Honda berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai jual kembali (resale value) agar konsumen merasa investasi mereka tetap bernilai.

Performa Penjualan Honda pada 2025

  • Penjualan Ritel
    Selama Januari hingga Oktober 2025, penjualan ritel Honda mencapai 58.720 unit. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun pasar LCGC sedang melemah, Honda masih mampu mempertahankan pangsa pasarnya.

  • Kontribusi Model Teratas
    Model Brio menjadi kontributor terbesar dengan kontribusi sebesar 53%. Diikuti oleh HR-V (20%) dan WR-V (11%). Hal ini menunjukkan bahwa model-model unggulan Honda masih diminati oleh konsumen.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan