
Forum Alumni Lintas Generasi Unhas: Mencermati Perjalanan Kampus yang Bersejarah
Forum reflektif bertajuk Dialog Alumni Lintas Generasi: Unhas Kita Dulu, Kini, dan Akan Datang berlangsung pada Sabtu malam (25/10/2025) di Kopi Aspirasi, Jalan AP Pettarani No.5C, Makassar. Acara ini diinisiasi oleh Lobelobe Forum (LOF) dan Solidaritas Alumni Peduli Unhas (SAPU), serta didukung oleh IKA Unhas Kota Makassar. Forum ini menjadi ruang terbuka bagi alumni untuk berdiskusi mengenai perjalanan Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai perguruan tinggi terbesar di kawasan timur Indonesia.
Tema Dulu, Kini, dan Akan Datang membahas sejarah, kondisi kekinian, serta arah pengembangan kampus. Tiga narasumber utama hadir dalam diskusi ini, yaitu akademisi senior Abdul Madjid Sallatu, dosen FISIP Unhas Dr Hasrullah, dan sosiolog Unhas Dr Rahmat Muhammad. Diskusi dipandu oleh Andi Sri Wulandani Thamrin.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Unhas Seperti Tempat Kursus
Nimatullah, alumni Fakultas Ekonomi dan mantan Ketua Senat Mahasiswa, menyampaikan bahwa atmosfer akademik Unhas saat ini mulai memudar dan bergeser menjadi rutinitas administratif. Menurutnya, Unhas hari ini terkesan seperti tempat kursus saja, di mana nuansa dan tradisi akademik bergagasan tidak lagi terlihat. Yang ada hanyalah orang-orang yang ingin mengejar ijazah.
Ia juga menilai organisasi kampus terlalu besar dan kehilangan kelincahan intelektual. Organisasi kampus kita sudah terlalu gemuk, makanya tidak bisa berbuat banyak selain rutinitas saja. Kita sulit berharap ada gagasan besar lahir dari konteks seperti saat ini, ujarnya.
Nimatullah menegaskan bahwa Unhas memiliki tanggung jawab besar terhadap kemajuan Sulsel. Menurut saya, Unhas-lah yang paling bertanggung jawab untuk Sulsel. Gubernur kita alumni, Ketua DPRD Sulsel juga alumni. Bupati dan Wali Kota, anggota DPRD banyak alumni Unhas. Tapi mengapa kita tidak bisa memberi dampak yang lebih bagus? tanyanya.
Krisis Kepemimpinan Akademik
Abdul Madjid Sallatu menyoroti hilangnya kepemimpinan akademik sejati di tubuh Unhas. Yang tidak ada di Unhas saat ini adalah academic organizational leadership. Yang ada hanya personal leadership, sehingga tidak memberi dampak besar bagi masyarakat, katanya.
Ia juga mengkritisi sistem perangkingan universitas dan beban administratif dosen. Perangkingan universitas adalah jebakan agar kampus terjun di dunia kompetisi, padahal saat ini yang dibutuhkan adalah sinergi dan kolaborasi. Kompetisi seharusnya tidak dikenal dalam tradisi akademik, tegasnya.
Budaya Literasi Memudar
Dr Hasrullah menyoroti lemahnya kemampuan literasi mahasiswa dan civitas akademika. Memang banyak faktor penyebab pudarnya budaya membaca ataupun menulis, tapi kampus seharusnya mencari jalan keluar untuk ini. Kalau tidak, ini alarm bahaya bagi dunia akademik, tegasnya.
Ia mengenang masa kepemimpinan Prof Ahmad Amiruddin, rektor ke-6 Unhas, yang rutin mengumpulkan dosen terbaik untuk berdiskusi berbagai topik. Dari forum-forum diskusi yang intens itulah banyak lahir ide dan gagasan, bahkan sebagian menjadi buku, kenangnya.
Pentingnya Regenerasi Kepemimpinan
Dr Rahmat Muhammad menekankan pentingnya regenerasi kepemimpinan akademik yang sehat dan terencana. Dalam dunia akademik, regenerasi kepemimpinan harus dilakukan secara rutin. Tugas tambahan seperti Ketua atau Sekretaris Departemen, Dekan, Wakil Dekan, Rektor, atau Wakil Rektor sebaiknya tidak diduduki terlalu lama, ujarnya.
Ia menyebut dari 2.500-an dosen di Unhas, semua seharusnya punya kesempatan memimpin. Potensi besar ini jangan disimpan di kampus saja, tegasnya. Menurutnya, Unhas harus berani mendorong potensi terbaik ke level nasional. Kalau memang berpotensi, kita harus dorong keluar kampus dan menjadi tokoh nasional, termasuk rektor, ujarnya.
Mengenang Kepemimpinan Emas
Abdul Madjid Sallatu, Nimatullah, Dr Hasrullah, dan Dr Rahmat Muhammad sepakat bahwa kepemimpinan akademik terbaik Unhas terjadi pada masa Prof Ahmad Amiruddin. Beliau bukan hanya pemimpin kampus, tapi pemimpin peradaban. Spirit kepemimpinannya belum ada yang menyamai hingga hari ini, simpul forum yang berlangsung hingga pukul 23.00 WITA.
Puluhan alumni dari berbagai fakultas dan angkatan hadir aktif, menjadikan forum ini ajang refleksi lintas generasi sarat gagasan dan semangat memperkuat kembali marwah, tradisi keilmuan, dan peran strategis Unhas dalam pembangunan bangsa.