
JAKARTA, aiotrade.app
– Terjadi gangguan pada sistem persinyalan di jalur antara Stasiun Daru dan Parung Panjang yang menyebabkan keterlambatan perjalanan KRL Commuter Line Rangkasbitung-Tanah Abang pada Selasa (21/10/2025) pagi.
Menurut informasi yang diterima, gangguan tersebut terjadi pada sistem persinyalan di lintas Daru–Parung Panjang dan sedang ditangani oleh petugas. Meski gangguan telah selesai ditangani, perjalanan KRL masih mengalami keterlambatan akibat kepadatan di jalur tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam pernyataan resmi, akun X (@CommuterLine) menyampaikan bahwa gangguan operasional persinyalan di antara Stasiun Daru—Parung Panjang telah selesai ditangani. Saat ini, proses penguraian kepadatan di lintasan sedang berlangsung.
Sebelum gangguan dinyatakan pulih, banyak penumpang melaporkan keterlambatan dan penumpukan di beberapa stasiun, khususnya Stasiun Rawa Buntu dan Parung Panjang.
Akun X @jalur5_ menulis bahwa penumpukan terjadi sejak pukul 07.00 WIB di Stasiun Rawa Buntu, yang disebabkan oleh gangguan sinyal pada lintasan Rangkasbitung Line.
“Selasa (21/10) pagi terjadi gangguan persinyalan di petak Daru - Parung Panjang (Rangkasbitung Line). Gangguan menyebabkan penumpukan penumpang di Stasiun Rawa Buntu pagi ini sekitar 07.00 WIB,”
tulisnya.
Beberapa pengguna lain juga menyampaikan keluhan mereka terkait keterlambatan perjalanan. Salah satu pengguna mengaku perjalanannya tertunda hingga lebih dari 25 menit.
“Ini udah telat lebih dari 25 menit dari Parung Panjang! Terjadi penumpukan penumpang di Parung Panjang yang biasanya dilayani 2–3 kereta, sekarang semua numpuk jadi satu. Udah dari minggu lalu gini terus!”
tulis akun @oojans.
Meskipun gangguan telah diatasi, perjalanan KRL sempat mengalami keterlambatan di beberapa lintasan hingga menjelang siang hari.
Penyebab dan Dampak Gangguan Persinyalan
Gangguan persinyalan di jalur antara Stasiun Daru dan Parung Panjang merupakan salah satu faktor utama yang memengaruhi operasional KRL. Sistem persinyalan adalah komponen penting dalam pengaturan perjalanan kereta api, karena bertugas untuk memastikan keselamatan dan efisiensi perjalanan. Ketika terjadi gangguan, maka akan berdampak langsung pada pengaturan jadwal dan arus penumpang.
Adapun dampak dari gangguan ini meliputi:
Keterlambatan perjalanan – Banyak penumpang mengalami keterlambatan hingga beberapa menit bahkan jam.
Penumpukan di stasiun – Kepadatan terjadi di beberapa stasiun seperti Rawa Buntu dan Parung Panjang, terutama saat jam sibuk pagi hari.
Perubahan jadwal perjalanan* – Petugas terpaksa melakukan penyesuaian jadwal untuk menghindari kemacetan dan memastikan keamanan.
Tindakan yang Dilakukan Petugas
Petugas terkait segera merespons gangguan dengan melakukan tindakan perbaikan pada sistem persinyalan. Proses penanganan dilakukan secara cepat agar tidak terjadi penumpukan yang lebih besar dan mengganggu operasional KRL.
Namun, meskipun gangguan telah selesai, dampaknya tetap terasa hingga beberapa jam setelahnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya sistem persinyalan dalam menjaga kelancaran perjalanan KRL.
Saran untuk Pengguna
Bagi para pengguna KRL, penting untuk selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi perjalanan. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
Memperhatikan pengumuman dari petugas atau akun resmi.
Mempersiapkan diri dengan waktu yang lebih lama jika terjadi gangguan.
* Menggunakan aplikasi atau situs web resmi untuk mendapatkan informasi real-time.
Dengan demikian, pengguna dapat lebih siap menghadapi situasi seperti ini dan mengurangi dampak negatif terhadap perjalanan.