Penemuan Bocah 11 Tahun yang Meninggal di Toilet Masjid Menggegerkan Warga
Penemuan seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun yang ditemukan meninggal di toilet masjid di area Kantor Desa Sadasari, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, pada Sabtu (18/10/2025) sore, menyebabkan keguncangan di kalangan warga setempat. Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kecurigaan terkait penyebab kematian korban.
Menurut informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh seorang tukang baso yang sedang ingin ke toilet. Saat itu, ia melihat tubuh anak tersebut berada di dalam bak mandi. Ia langsung memberitahu seorang ibu yang sedang berada di area tempat wudhu masjid. Menurut penuturan ibu tersebut, anak itu merupakan anggota keluarganya. Dari sana, informasi disampaikan kepada imam masjid untuk dilaporkan kepada keluarga korban.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kepala Desa Sadasari, Abdul Miskad, menjelaskan bahwa lokasi masjid tidak jauh dari rumah korban. Awalnya, warga menduga bahwa anak tersebut terpeleset dan tenggelam di bak air. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan, sehingga korban sempat dibawa ke Puskesmas Maja menggunakan motor.
Namun, kecurigaan muncul setelah jenazah dimandikan. Dari bagian belakang kepala korban keluar darah. Hal ini menjadi awal mula kecurigaan terhadap penyebab kematian anak tersebut. Setelah kejadian ramai diketahui warga, Abdul Miskad langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

“Setelah ramai, saya langsung laporan ke Polsek Argapura, antara jam tujuh sampai jam delapan malam,” ujarnya.
Sebelumnya, Polres Majalengka tengah melakukan penyelidikan terkait kematian anak laki-laki berinisial MR (11). Anak SD kelas 5 ini ditemukan meninggal dunia dengan luka di kepala. Kapolres Majalengka, AKBP Willy Andrian, mengatakan bahwa penemuan jasad bocah tersebut awalnya dilaporkan oleh warga sekitar pukul 20.00 WIB.
Setelah menerima laporan, petugas dari Satreskrim Polres Majalengka bersama Polsek Argapura segera datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Mereka mengumpulkan alat bukti, termasuk pakaian korban dan setiap rekaman CCTV yang mungkin bisa membantu mengungkap peristiwa ini.
- Beberapa langkah penting yang dilakukan oleh pihak kepolisian:
- Melakukan olah TKP untuk memastikan kondisi lokasi kejadian.
- Mengumpulkan barang bukti seperti pakaian korban.
- Memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi untuk memperoleh informasi tambahan.
Dengan adanya temuan darah dari bagian belakang kepala korban, kasus ini semakin memicu rasa penasaran dan kekhawatiran dari masyarakat. Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui secara pasti penyebab kematian bocah tersebut.