Kronologi Bidan di Kelayan Ditusuk Hingga Tewas, Pelaku Murka Tak Diberi Uang

admin.aiotrade 21 Okt 2025 3 menit 14x dilihat
Kronologi Bidan di Kelayan Ditusuk Hingga Tewas, Pelaku Murka Tak Diberi Uang
Kronologi Bidan di Kelayan Ditusuk Hingga Tewas, Pelaku Murka Tak Diberi Uang

Tragedi Maut di Banjarmasin: Bidan Tewas Ditikam oleh Mantan Tetangga

Di Jalan Kelayan A Gang Antasari II RT 06, Banjarmasin Selatan, sebuah kejadian tragis terjadi. Seorang bidan bernama Rahmaniah (58) meninggal dunia setelah ditikam oleh Andi Julianto alias Andi Encek (32), warga Gang Setia Budi, Kelayan A. Kejadian ini juga menyebabkan anak korban, Rina Mutia (24), mengalami luka serius.

Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Senin malam (20/10/2025). Kronologi kejadian menunjukkan bahwa pelaku datang ke rumah korban dengan maksud meminjam uang sebesar Rp500 ribu untuk keperluan rumah tangga. Namun, permintaan itu ditolak oleh korban. Hal ini membuat pelaku marah dan emosi yang tidak terkendali.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Pada saat itulah terjadi adu mulut antara pelaku dan korban. Dalam keadaan emosi, pelaku mengambil senjata tajam yang telah disiapkannya dan langsung menusuk korban berkali-kali.

“Karena korban tak mau meminjamkan uang, saya sempat adu mulut. Lalu saya mengambil senjata tajam di pinggang yang sudah saya siapkan dan menusuknya,” ujar Andi Encek saat diperiksa oleh pihak kepolisian.

Korban mengalami luka di empat titik tubuh, dengan luka parah pada bagian dada. Sementara itu, anaknya mengalami luka di bagian perut. Keduanya segera dibawa ke IGD RSUD Sultan Suriansyah, tetapi nyawa sang bidan tidak tertolong.

Setelah melakukan penusukan, pelaku melarikan diri ke kawasan Sungai Andai, tempatnya pernah bekerja. Setelah menyadari bahwa dirinya sedang dalam pengejaran pihak kepolisian, Encek akhirnya menyerahkan diri ke Mapolsek Banjarmasin Selatan pada Selasa dini hari (21/10/2025) pukul 00.05 Wita.

Polisi yang sebelumnya telah menurunkan tim gabungan dari Buser Polsek, Resmob Polda Kalsel, dan Satreskrim Polresta Banjarmasin, akhirnya berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti.

Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Christugus Lirens, didampingi Kanit Reskrim Iptu Sudirno, membenarkan bahwa pelaku kini dalam proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Dengan kesadaran sendiri, pelaku datang dan menyerahkan diri ke Mapolsek,” ujar Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Cristugus Lirens.

Dugaan awal bahwa kasus penusukan bidan Rahmaniah merupakan aksi perampokan kini terbantahkan sepenuhnya setelah pelaku, Andi Julianto alias Encek, mengaku bahwa motif sebenarnya adalah sakit hati karena korban menolak meminjamkan uang kepada dirinya.

Fakta-Fakta Penting Terkait Kasus Ini

  • Pelaku mengaku mengambil senjata tajam yang sudah disiapkan sebelumnya.
  • Korban meninggal dunia setelah menerima luka di bagian dada.
  • Anak korban mengalami luka di bagian perut dan harus mendapat perawatan medis.
  • Pelaku melarikan diri ke kawasan Sungai Andai sebelum akhirnya menyerahkan diri.
  • Tim gabungan polisi berhasil mengamankan pelaku dan barang bukti.
  • Motif utama kejadian ini adalah rasa sakit hati akibat penolakan pinjaman.

Langkah-Langkah yang Diambil oleh Pihak Berwajib

  • Penyelidikan dilakukan oleh Buser Polsek, Resmob Polda Kalsel, dan Satreskrim Polresta Banjarmasin.
  • Pelaku diperiksa secara intensif oleh pihak kepolisian.
  • Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk memastikan semua fakta terungkap.
  • Barang bukti yang digunakan dalam kejahatan diamankan sebagai alat bukti.

Kesimpulan

Tragedi yang terjadi di Banjarmasin ini menjadi peringatan akan pentingnya pengendalian emosi dan pengambilan tindakan yang bijaksana dalam situasi sulit. Kejadian ini juga menunjukkan betapa pentingnya kerja sama antara masyarakat dan pihak berwajib dalam menangani kasus-kasus kekerasan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan