
Identitas Korban yang Ditemukan dalam Kondisi Tinggal Kerangka
Dua kerangka manusia yang ditemukan di Gedung Astra Credit Companies (ACC) di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, akhirnya terungkap identitasnya. Mereka adalah Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputro Dewo. Kejadian ini menimbulkan banyak pertanyaan mengenai peristiwa yang terjadi selama aksi demonstrasi di kawasan tersebut.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kronologi Hilangnya Farhan Saat Demo
Farhan diketahui hilang saat aksi massa berujung pada kehilangan nyawa. Awalnya, ia hanya datang ke Mako Brimob di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, untuk menyaksikan jalannya unjuk rasa. Menurut keterangan dari kakaknya, Imrony Hamid, Farhan datang bersama dua temannya. Namun, salah satu dari mereka pulang karena ada urusan keluarga.
Menjelang sore hari, situasi di sekitar Mako Brimob mulai memanas. Farhan terpisah dari kedua temannya setelah polisi melepaskan tembakan gas air mata. Saat itu, imrony menerima kabar bahwa adiknya hilang.
Sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi tinggal kerangka, Farhan sempat dilaporkan terlihat tiga kali. Pertama dan kedua, ia disebut tampak berlari menuju tim medis untuk meminta bantuan karena membutuhkan oksigen. Pada momen terakhir, Farhan dikabarkan digotong oleh dua pria yang mengenakan jaket ojek online dan dibawa menuju RSPAD Gatot Subroto.
Keluarga Yakin Farhan Tidak Terlibat dalam Kerusuhan
Keluarga yakin bahwa Farhan tidak ikut dalam aksi kerusuhan. Menurut Imrony, adiknya sehari-hari bekerja, meski tidak menjelaskan jenis pekerjaannya. Farhan dan Reno termasuk dalam daftar empat orang yang dilaporkan hilang ke Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) setelah peristiwa demonstrasi Agustus 2025.
Keduanya kemudian ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, hanya tersisa kerangka, di Gedung ACC Kwitang, Senen, Jakarta Pusat. Sementara dua korban lainnya ditemukan di lokasi yang berbeda. Salah satunya, Bima Permana Putra, ditemukan di Malang, Jawa Timur, pada 17 September 2025.
Korban Lain yang Ditemukan di Lokasi Berbeda
Bima terakhir kali terlihat di kawasan Glodok, Jakarta Barat, pada 31 Agustus 2025. Ia kemudian ditemukan tengah berjualan mainan barongsai di depan Klenteng Eng Ang Kiong, Jalan RE Martadinata, Kota Malang. Korban lainnya, Eko Purnomo, ditemukan di Kuala Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, dan diketahui bekerja sebagai nelayan.
Menurut laporan KontraS, Eko dilaporkan hilang pada 1 September 2025 dan diduga ikut dalam aksi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Namun baik Bima maupun Eko sama-sama menegaskan bahwa mereka tidak terlibat dalam demonstrasi pada akhir Agustus 2025.
Penemuan Kerangka dan Proses Investigasi
Misteri hilangnya dua peserta demonstrasi, Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan, akhirnya terpecahkan. Keduanya ditemukan sudah tidak bernyawa, dalam kondisi tinggal kerangka, di gedung bekas kantor Astra Credit Companies (ACC) di kawasan Kwitang, Senen, Jakarta Pusat, pada Kamis (30/10/2025).
Hasil uji DNA memastikan bahwa dua kerangka manusia yang ditemukan tersebut adalah milik Reno dan Farhan. Pada Jumat, 12 September 2025, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mencatat dua nama yang belum diketahui keberadaannya sejak demonstrasi besar di akhir Agustus, yakni Reno dan Farhan.
Reno dilaporkan hilang pada 30 Agustus 2025 dengan lokasi terakhir di sekitar Mako Brimob Kwitang. Sementara Farhan dilaporkan hilang sehari kemudian, pada 31 Agustus 2025, di tempat yang sama.
Penyelidikan terhadap hilangnya keduanya sempat terhenti selama dua bulan, hingga akhirnya dua kerangka manusia ditemukan di lantai dua Gedung ACC Kwitang pada Kamis (30/10/2025). Penemuan itu dilakukan oleh tim teknisi yang tengah memeriksa struktur bangunan untuk rencana renovasi pascakebakaran saat demonstrasi Agustus lalu.
Kedua jasad tersebut ditemukan dalam kondisi tidak utuh dan sebagian besar tubuhnya sudah hangus. Saat ditemukan, kerangka itu tertimbun di bawah reruntuhan plafon yang terbakar.
Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, membenarkan penemuan tersebut ketika petugas tengah melakukan pemeriksaan di lokasi kebakaran.
βSaat ini kami masih menyelidiki temuan dua kerangka manusia yang kondisinya hangus terbakar,β ujar Susatyo, Jumat (31/10/2025).
Temuan kerangka ini kemudian dikaitkan dengan laporan KontraS mengenai dua orang demonstran yang sebelumnya dinyatakan hilang pascakerusuhan di kawasan Kwitang.