Kronologi kematian Kopral Rico Pramudia setelah sebulan dirawat akibat serangan Israel ke Lebanon

Kronologi kematian Kopral Rico Pramudia setelah sebulan dirawat akibat serangan Israel ke Lebanon

Gugurnya Kopral Rico Pramudia, Prajurit TNI di Lebanon

Kopral Rico Pramudia, seorang prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon, dinyatakan gugur setelah hampir satu bulan menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka serius. Insiden ini terjadi setelah serangan Israel ke Lebanon pada 29 Maret 2026, di mana Rico menjadi korban dari ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan.

Gugurnya Rico menambah jumlah prajurit TNI yang gugur di Lebanon menjadi empat orang. Sebelumnya, tiga prajurit TNI lainnya telah gugur dalam serangan yang sama. Mereka adalah Praka Farizal Rhomadhon, Kapten Infanteri Zulmi (Grup 2 Kopassus), dan Sersan Satu Ikhwan. Dari insiden tersebut, Rico mengalami luka berat dan harus menjalani perawatan medis selama sebulan di Lebanon. Sayangnya, ia akhirnya meninggal dunia pada Jumat (24/4/2026).

Kronologi Serangan yang Menewaskan Rico

Berdasarkan informasi dari Markas Besar (Mabes) TNI, saat itu empat prajurit TNI menjadi korban dalam serangan. Mereka adalah Prajurit Kepala (Praka) Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, Praka Farizal Rhomadhon, dan Praka Arif Kurniawan. Dari keempatnya, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur, sementara Rico mengalami luka berat, sedangkan dua lainnya mengalami luka ringan dan kini telah mendapatkan penanganan medis.

Insiden tersebut terjadi saat pasukan TNI sedang bertugas sebagai bagian dari Kontingen Garuda United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Pasukan ini bertugas untuk menjaga perdamaian di kawasan konflik antara Israel dan Lebanon.

Profil Kopral Rico Pramudia

Praka Rico Pramudia saat ini masih berusia 31 tahun. Ia adalah suami dari Yulia Putri, yang dinikahinya pada 27 November 2019. Dari pernikahan mereka, terlahir seorang putra yang kini berusia balita. Keberadaan keluarga Rico terlihat melalui unggahan di akun media sosial Instagram mereka, yang penuh dengan kebahagiaan dan momen kebersamaan.

Selain itu, Rico juga kerap membagikan petuah agama melalui media sosial. Berbagai nasihat tentang salat hingga beramal salih sering muncul dalam unggahannya. Ia juga sangat menghormati kedua orang tuanya, seperti yang terlihat dalam sebuah unggahan yang menyebutkan: Orang terhebat yang pernah aku miliki yang sarat akan pengalaman hidup yang pahit dan mengajar kan aku arti kerasnya hidup ini.

Yulia sendiri aktif dalam Persit (Persatuan Istri Tentara), dan dalam sebuah postingan menyebut dirinya berasal dari Persit KCK Ranting 4 Yonif 114 Cabang XIII PD Iskandar Muda, Aceh.

Pernyataan Pemerintah RI

Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Rico Pramudia. Melalui Kementerian Luar Negeri, pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak UNIFIL, pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut terkait penanganan medis Rico. Pernyataan resmi dari Kemenlu menyebutkan:

Pemerintah menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan. Negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia.

Selanjutnya, pemerintah akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan segera dan penuh penghormatan. Di sisi lain, pemerintah juga mengecam keras serangan yang mengakibatkan gugurnya peacekeeper Indonesia.

Pernyataan Resmi UNIFIL


Markas besar UNIFIL di Lebanon menyatakan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya Rico. Mereka menegaskan bahwa pengorbanan prajurit Indonesia tersebut adalah bukti nyata dedikasi tinggi terhadap perdamaian dunia. Dalam rilis resminya, UNIFIL menyampaikan:

UNIFIL menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga dan sahabat Kopral Pramudia, serta kepada TNI, pemerintah, dan rakyat Indonesia atas kehilangan yang tragis dan tak tergantikan ini.

Selain menyampaikan belasungkawa, UNIFIL juga mengeluarkan peringatan keras bagi pihak-pihak yang bertikai untuk menghormati keamanan personel PBB sesuai dengan hukum internasional dan Resolusi 1701. Kami mendesak semua aktor untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional serta memastikan keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB setiap saat, tambah pihak UNIFIL.

Data Prajurit TNI yang Gugur dalam Dua Bulan Terakhir

Berikut adalah data prajurit TNI yang gugur dalam kurun waktu dua bulan terakhir:

  • Praka Farizal Rhomadhon: Gugur di Adchit Al-Qusayr (29 Maret 2026).
  • Mayor Zulmi Aditya Iskandar: Wafat akibat ledakan bom di Bani Hayyan (30 Maret 2026).
  • Serka Muhammad Nur Ichwan: Wafat akibat ledakan bom di Bani Hayyan (30 Maret 2026).
  • Kopral Rico Pramudia: Wafat di Beirut usai perawatan luka serius (24 April 2026).