
Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara
Pada Jumat (7/11) siang, terjadi ledakan yang diduga berasal dari bom rakitan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara. Kejadian tersebut berlangsung saat jemaah sedang menjalani khutbah menjelang salat Jumat di mushalla sekolah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Seorang siswa kelas X dengan inisial M mengatakan bahwa ledakan terjadi saat khutbah sedang berlangsung. Ia mengungkapkan bahwa tidak ada suara teriakan atau aba-aba sebelum ledakan terjadi. Awalnya, ia mengira ledakan berasal dari sistem suara atau tabung gas yang meledak.
“Langsung meledak aja, keras banget, membuat gak bisa langsung dengar. Kupingnya penging,” ujar M saat ditemui di sekitar SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Jumat (7/11).
Setelah ledakan terjadi, para jemaah salat Jumat langsung keluar dari mushalla. Beberapa di antaranya mengevakuasi korban luka-luka. Menurut keterangan M, terduga pelaku bom rakitan merupakan siswa kelas XII dengan inisial MNFH. Namun, ia mengaku tidak mengenal pelaku secara pribadi karena dirinya sendiri adalah siswa kelas X.
Penjelasan Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan
Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenko Polkam) Lodewijk Freidrich Paulus menyampaikan bahwa ledakan di SMAN 72 terjadi sebanyak dua kali, tepatnya di mushalla sekolah.
"Pada jam 12.15 WIB, di masjid atau mushalla-nya SMA 72 ini telah terjadi ledakan. Telah terjadi ledakan, dan ledakan itu ada dua kali," kata Lodewijk saat ditemui awak media di SMAN 72, Kepala Gading, Jakarta Utara, Jumat.
Ledakan pertama terjadi di posisi agak belakang dekat mushalla, sedangkan untuk ledakan kedua terjadi di pintu mushalla. Saat ini, pihak kepolisian masih berada di lokasi untuk mencari tahu penyebab utama terjadinya ledakan.
Korban dan Penanganan Medis
Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, mengungkapkan total korban dalam insiden ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara berjumlah 54 orang. Para korban saat ini telah dilarikan ke RS Yarsi dan RS Islam Cempaka Putih.
"Data yang awal yang baru kita terima tadi, ya, kalau kita jumlahkan, kurang lebih sekitar 54 orang," kata Asep di RS Cempaka Putih, Jumat (7/11).
Asep menjelaskan bahwa para korban terdiri dari yang mengalami luka bakar hingga terkena serpihan akibat ledakan. “Sebagian luka bakar juga, ada yang kena luka serpihan, dan juga ada yang luka kecil dan ada beberapa yang luka,” katanya.
Saat ini, Asep menyatakan belum dapat menjelaskan lebih detail mengenai ledakan tersebut. Tim penjinak bom dari Gegana pun telah diterjunkan di lokasi kejadian.
Tindakan yang Dilakukan
“Langkah-langkah yang sudah kita lakukan, yang pertama olah TKP, police line, ya. Dan juga sterilisasi oleh JIBOM, ya, dari Gegana, Brimob Polda,” kata Asep.
Tim investigasi masih melakukan pendalaman untuk menemukan penyebab pasti dari ledakan tersebut. Proses pemeriksaan dan pengumpulan bukti di lokasi kejadian terus dilakukan oleh aparat kepolisian.