Kronologi Pemerasan di SPBU Pontianak, Modus Pemintaan Uang Tanpa Proposal

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 32x dilihat
Kronologi Pemerasan di SPBU Pontianak, Modus Pemintaan Uang Tanpa Proposal
Kronologi Pemerasan di SPBU Pontianak, Modus Pemintaan Uang Tanpa Proposal

Kronologi Pemerasan dengan Modus Mengaku sebagai Wartawan di SPBU

Seorang pelaku pemerasan bermodus mengaku sebagai wartawan viral setelah mengunjungi SPBU Pertamina 64.781.05, Jalan Tanjung Pura, Kecamatan Pontianak Selatan pada Rabu, 5 November 2025. Kejadian ini terjadi setelah pelaku datang dan meminta untuk bertemu dengan pimpinan SPBU.

Pengalaman Pegawai SPBU

Pegawai SPBU, Rustam (64), menceritakan bahwa pelaku tiba sekitar pukul 14.00 WIB dan langsung meminta untuk bertemu dengan pimpinan. Saat diberitahu bahwa pimpinan tidak ada di tempat, pelaku justru menyebut Rustam sebagai bos.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Saya bilang saya ini hanya kuli (pegawai), bukan bosnya. Lalu dia naik ke atas bilang mau minta sumbangan. Katanya wartawan mau mengadakan acara, jadi minta dana konsumsi atau untuk beli air minum,” ujar Rustam kepada aiotrade, pada Jumat 7 November 2025.

Rustam menegaskan bahwa pihaknya tidak dapat memberikan uang tanpa proposal resmi dan perintah langsung dari pimpinan. Namun, pelaku tetap bersikeras meminta uang meskipun tidak menunjukkan proposal yang sah.

“Saya bilang kami tidak bisa mengeluarkan uang satu rupiah pun tanpa perintah dari pimpinan karena ada prosedurnya. Biasanya kalau ada proposal resmi, baru bos kami putuskan berapa nominalnya. Tapi dia ini tetap kekeh minta, padahal pimpinan tidak ada di tempat,” tambahnya.

Perjalanan Pelaku Setelah Ke SPBU

Setelah gagal mendapatkan uang, pelaku sempat naik ke lantai atas untuk mencari pimpinan, namun akhirnya turun kembali dan meninggalkan lokasi. Rustam menyebut pelaku kemudian pergi dengan seorang driver ojek online Maxim ke sebuah showroom motor di Jalan Jenderal Urip.

Sebelum mendatangi SPBU, pelaku diketahui sempat singgah di Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat dan melanjutkan perjalanannya yang berakhir di Pasar Tengah. Menurut keterangan driver Maxim yang mengantarkan pelaku, setelah sekitar setengah jam menunggu di Pasar Tengah, pelaku tidak muncul lagi.

Saat bertanya kepada warga sekitar, diketahui bahwa pria tersebut dikenali oleh beberapa orang di kawasan itu. Driver Maxim juga mencoba melihat rekaman CCTV di SPBU keesokan harinya, namun wajah pelaku tidak terlihat jelas di rekaman tersebut.

Ciri-ciri Pelaku

Rustam menjelaskan bahwa saat meminta uang, pelaku tidak menyebutkan jumlah nominal yang diinginkan. Ia juga sempat memperlihatkan kartu identitas pers yang digantung di lehernya tersebut. “Ciri-cirinya agak brewokan, tapi di foto ID card-nya bersih tanpa brewok. Mungkin fotonya sudah lama,” ungkap Rustam.

Imbauan untuk Masyarakat

Rustam mengimbau agar masyarakat, khususnya para pelaku usaha dan pengelola SPBU, lebih berhati-hati terhadap modus penipuan serupa. “Sekarang ini banyak modus penipuan. Ada yang datang tanpa proposal, ada juga yang menjual proposal palsu. Jadi jangan mudah percaya atau langsung memberikan uang sebelum memastikan kejelasannya. Kalau saya sudah sering menghadapi yang seperti ini, jadi tidak terkecoh,” tegasnya.

Penutup

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada terhadap tindakan yang tidak jelas asalnya. Meski tidak ada kerugian langsung, penting untuk melaporkan kejadian semacam ini agar bisa diambil langkah-langkah preventif. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih siap menghadapi modus-modus penipuan yang semakin canggih.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan