
Baru-baru ini, masyarakat Makassar digemparkan oleh kabar hilangnya seorang balita berusia 4 tahun bernama Bilqis. Insiden ini terjadi pada hari Minggu (2/11/2025) saat Bilqis menemani ayahnya bermain tenis di Taman Pakui Sayang, Jl AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Makassar. Setelah menghilang selama enam hari, orang tua Bilqis semakin khawatir dan memulai pencarian yang intensif.

Beruntung, akhirnya Bilqis ditemukan dalam keadaan selamat di Jambi. Dugaan sementara menyebutkan bahwa anak tersebut menjadi korban penculikan lintas pulau yang melibatkan jaringan perdagangan anak. Berikut adalah rangkaian peristiwa yang terjadi selama penculikan Bilqis hingga akhirnya ditemukan kembali.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Kronologi Penculikan Bilqis, Bocah 4 Tahun yang Hilang di Makassar
Insiden penculikan dimulai pada pagi hari Minggu (2/11/2025). Saat itu, Bilqis bersama ayahnya, Dwi Nurmas (34), sedang berlatih tenis di Taman Pakui Sayang. Dwi datang sekitar pukul 08.05 WITA bersama Bilqis yang kemudian bermain di playground dekat lapangan tenis. Sekitar pukul 09.00 WITA, Dwi masih sempat memanggil anaknya beberapa kali dari lapangan.
“Dua kali saya panggil, dia jawab 'iya, Pak.' Tapi pas panggilan ketiga sudah tidak ada jawaban,” ujar Dwi.
Setelah itu, Bilqis tidak lagi merespons hingga membuat sang ayah panik. Berdasarkan rekaman CCTV, Bilqis tampak dibawa oleh seorang perempuan. Perempuan tersebut terlihat membawa tiga orang anak, salah satunya memakai kaos pink yang dikenali sebagai Bilqis.
Keesokan harinya, Senin (3/11/2025), Dwi melaporkan hilangnya Bilqis ke Polsek Panakkukang.
Korban Ditemukan di Jambi
Setelah sepekan menghilang, Bilqis akhirnya ditemukan oleh tim gabungan di kawasan Tabir Selatan, Merangin, Jambi, pada hari Minggu (9/11/2025). Ia ditemukan di lokasi yang sepi dan gelap dengan kondisi ketakutan. Dalam video penyelamatan yang beredar, Bilqis awalnya menolak digendong petugas. Polisi kemudian mengambil tindakan persuasif dengan menelpon orang tua Bilqis agar suaranya dapat menenangkan sang anak.
Akhirnya, Bilqis berhasil keluar dari lokasi penyekapan. Sebelum dipulangkan ke orang tua, Bilqis menjalani perawatan medis pasca-trauma di Jambi.
Sempat Dijual Pelaku Seharga Rp 80 Juta
Polisi menangkap pelaku penculikan Bilqis bernama Sri Yuliana alias Ana (30). Dalam pemeriksaan, Ana mengaku awalnya menjual Bilqis seharga Rp 3 juta. Meski begitu, pelaku mengaku tidak mengetahui identitas lengkap pembeli balita tersebut. “Saya nggak tahu namanya pak,” ucap terduga pelaku dalam video dilansir Tribunnews.com.
Dari hasil pengembangan, anak tersebut kembali dijual kepada pasangan Adefrianto Syahputra dan Mery Ana yang berdomisili di Jambi. Informasi keberadaan keduanya terlacak di wilayah hukum Polres Kerinci. Tim gabungan kemudian diterjunkan untuk melakukan pengejaran lintas provinsi. Setelah dilakukan pengintaian, kedua pelaku akhirnya diamankan di Sungai Penuh.
Dalam pemeriksaan, Adefrianto dan Mery Ana mengaku telah menjual Bilqis kepada kelompok Suku Anak Dalam di Desa Mentawak, Kabupaten Merangin, dengan harga Rp80 juta. Keterangan ini langsung ditindaklanjuti Tim gabungan Polrestabes Makassar dan Resmob Polda Jambi dengan melakukan pencarian ke lokasi yang dimaksud.
Syukurnya, Bilqis berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan langsung dievakuasi ke Polres Merangin untuk mendapatkan pendampingan dan pemeriksaan medis. Demikianlah kronologi penculikan Bilqis, bocah 4 tahun yang hilang di Makassar hingga akhirnya ditemukan di Jambi.