Balita Berusia 4 Tahun Hilang Selama 6 Hari dan Diculik untuk Dijual
Seorang balita bernama Bilqis berusia 4 tahun menghilang selama enam hari sejak Minggu (2/11/2025). Kejadian ini membuat orangtuanya, Dwi Nurmas dan istri, panik mencari anaknya. Namun, kabar baik datang pada Sabtu (8/11/2025) ketika Bilqis ditemukan di Jambi dan akhirnya kembali ke rumah orangtuanya.
Selama masa hilangnya Bilqis, ternyata ia diculik dan dijual lintas provinsi. Awalnya, harga jualnya hanya Rp3 juta di Makassar, tetapi saat tiba di Jambi, harganya melonjak menjadi Rp80 juta. Kasus ini menimbulkan keguncangan di masyarakat karena diduga terkait dengan jaringan perdagangan anak dan manusia.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Berikut adalah rangkuman kronologi penculikan Bilqis yang viral di media sosial:
1. Bilqis Hilang Saat Bermain di Taman
Kasus ini bermula pada Minggu (2/11/2025) pagi, saat Bilqis sedang bermain di sekitar Taman Pakui Sayang, Makassar. Papa Bilqis, Dwi Nurmas, sedang berolahraga dan melatih tenis saat itu. Pada pukul 10.00 WITA, balita tersebut tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Papa Bilqis langsung panik dan dibantu warga mencari ke sekitar taman. Namun, tidak membuahkan hasil. Keluarga kemudian melaporkan kehilangan anaknya ke kepolisian, tepatnya ke Satreskrim Polrestabes Makassar.

2. Bilqis Pertama Kali Dijual Rp3 Juta Saat di Makassar
Pelaku pertama bernama Sri Yuliana alias Ana (30) ditangkap polisi atas dugaan penculikan Balqis. Ana mengaku telah menculik Bilqis di Taman Pakui Sayang, Makassar, pada Minggu (2/11/2025).
Ana menjual Bilqis seharga Rp3 juta sesuai permintaan dari pembeli. Ia mengklaim tidak mengetahui identitas lengkap pembeli balita tersebut. Namun, dari keterangan polisi, Bilqis sempat berpindah tempat hingga ke Yogyakarta.

3. Sempat Berpindah Pulau, Bilqis Ditemukan di Jambi
Polisi berhasil mengungkap pelaku awal di Makassar yang mengaku telah menjual Bilqis ke Yogyakarta. Dari hasil pengembangan, Bilqis kembali diperjualbelikan kepada pasangan Adefrianto Syahputra dan Mery Ana di Jambi dengan harga mencapai Rp80 juta.
Setelah dilakukan pelacakan lintas provinsi, tim gabungan dari Polrestabes Makassar dan Polda Jambi berhasil mengamankan kedua pelaku di Sungai Penuh, Kerinci.

4. Bilqis DiJual Lintas Provinsi Hingga Seharga Rp80 Juta
Bilqis dijual pertama kali seharga Rp3 juta di Makassar, lalu nilainya melonjak menjadi Rp80 juta ketika sampai di Jambi. Dua pelaku utama bernama Adefrianto Syahputra S (36) dan Mery Ana (42) akhirnya dibekuk oleh tim gabungan Satreskrim Polrestabes Makassar, Resmob Polda Jambi, dan Polres Kerinci di Kota Sungai Penuh, Jambi, pada Jumat (7/11/2025).
Dari pengakuan keduanya, Bilqis dijual kepada kelompok Suku Anak Dalam di Desa Mentawak, Kabupaten Merangin. Bilqis berhasil ditemukan dalam keadaan selamat dan langsung mendapatkan pendampingan serta pemeriksaan medis di Polres Merangin.

5. Bilqis Pulang ke Rumah Orangtuanya dengan Selamat
Setelah melalui proses pencarian intensif lintas provinsi, tim gabungan dari Polrestabes Makassar, Polda Jambi, dan Polres Kerinci serta membekuk dua pelaku, Bilqis kemudian diterbangkan dari Jambi ke Makassar dengan pengawalan ketat. Pesawat yang membawa Bilqis transit di Surabaya sebelum tiba di Mapolrestabes Makassar sekitar pukul 14.15 WITA.
Suasana haru menyelimuti kedatangan Bilqis, saat tangis keluarga pecah menyambutnya di depan kantor polisi. Papa Bilqis, Dwi Nurmas, mengucapkan rasa terima kasih mendalam kepada jajaran kepolisian yang telah berupaya menemukan putrinya. Keluarga sebelumnya sempat melakukan video call dengan polisi pada Sabtu malam (8/11/2025) untuk memastikan kondisi Bilqis yang terlihat sehat.

6. Penyelidikan Lanjut akan Dilakukan, Diduga Kartel Perdagangan Manusia
Polisi kini terus mendalami dugaan keterlibatan para pelaku dalam jaringan penculikan dan perdagangan anak dan mungkin manusia lintas provinsi. Pihak Polrestabes Makassar menegaskan bahwa penyelidikan tidak berhenti di sini. Polisi masih menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam jaringan jual-beli anak tersebut.

Itulah tadi kronologi penculikan Bilqis yang dijual dengan harga Rp80 juta ketika sampai di Jambi. Semoga kejadian miris ini tidak terjadi lagi.