Kronologi Ratusan Ibu Muda Tertipu Investasi Bodong Rp 2 Miliar di Tuban

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 26x dilihat
Kronologi Ratusan Ibu Muda Tertipu Investasi Bodong Rp 2 Miliar di Tuban
Kronologi Ratusan Ibu Muda Tertipu Investasi Bodong Rp 2 Miliar di Tuban

Ibu-Ibu Muda di Tuban Melaporkan Investasi Bodong yang Merugikan hingga Rp 2 Miliar

Puluhan ibu-ibu muda di Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim), mendatangi Mapolres Tuban pada Senin (20/10/2025). Mereka adalah korban dugaan investasi bodong yang melaporkan pelaku bernama L (38), warga Desa Sumberejo, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban. Kasus ini menimbulkan kerugian mencapai lebih dari Rp 2 miliar.

Korban-korban tersebut mengaku merugi setelah terjebak dalam modus investasi yang menawarkan keuntungan tinggi dalam jangka waktu tertentu. Namun, setelah berinvestasi, mereka tidak mendapatkan hasil sesuai janji. Upaya menagih keuntungan di rumah L pada Selasa (14/10/2025) tidak membuahkan hasil. Akibatnya, para korban memilih untuk menempuh jalur hukum.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

L diduga telah melarikan diri dan tidak bisa dihubungi. Nomor ponselnya telah diblokir, sehingga sulit untuk mengetahui keberadaannya. Hingga saat ini, sekitar 20 orang sudah melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. Total kerugian mencapai lebih dari Rp 2 miliar, dengan dugaan adanya sekitar 70 korban lainnya yang juga terlibat dalam penipuan ini.

Salah satu korban, Rini (41), warga Desa Sumberejo, mengungkapkan rasa kecewa dan kesedihan yang dialaminya. Ia bersama korban lain menyatakan bahwa hingga kini belum ada kejelasan dari L. Nomor WhatsApp pelaku sudah tidak aktif, dan keluarganya juga tidak tahu keberadaannya. Para korban hanya ingin uang mereka dikembalikan.

Penyelidikan Polisi Berlangsung

Kanit Pidum Satreskrim Polres Tuban, Ipda Moch Rudi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari sejumlah korban. Saat ini, polisi sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini. Menurut Rudi, laporan sudah diterima, dan minggu depan pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap pelapor dan saksi-saksi.

"Kami akan menindaklanjuti dan mengupayakan penyelesaian kasus ini secepatnya," ujar Rudi. Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk menindaklanjuti laporan ini agar kerugian masyarakat dapat dipertanggungjawabkan oleh pelaku.

Rudi juga mengimbau masyarakat yang merasa menjadi korban investasi bodong untuk tidak takut melapor ke pihak kepolisian. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan perlindungan dan pengawasan terhadap kasus-kasus seperti ini.

Tips Menghindari Investasi Bodong

Investasi bodong sering kali menawarkan iming-iming keuntungan tinggi dalam waktu singkat, tetapi tanpa dasar yang jelas. Untuk menghindari hal ini, masyarakat perlu waspada dan melakukan riset terlebih dahulu sebelum berinvestasi. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Memastikan bahwa investasi tersebut memiliki izin resmi dari lembaga terkait.
  • Menghindari tawaran yang terlalu bagus untuk dipercaya.
  • Memverifikasi informasi tentang pelaku investasi melalui sumber yang terpercaya.
  • Tidak mudah tergiur dengan janji-janji keuntungan besar dalam waktu singkat.

Dengan kesadaran dan kewaspadaan yang tinggi, masyarakat dapat menghindari kerugian yang tidak perlu terjadi.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan