KTP WNA Israel di Cianjur Dicurigai Palsu, Disdukcapil Tidak Temukan Data

admin.aiotrade 27 Okt 2025 3 menit 12x dilihat
KTP WNA Israel di Cianjur Dicurigai Palsu, Disdukcapil Tidak Temukan Data

Penemuan KTP Palsu di Cianjur, Disdukcapil Pastikan Tidak Terdaftar dalam Sistem

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, Asep Kusmana Wijaya, menyatakan bahwa KTP atas nama Aron Geller atau AG yang dikeluarkan oleh pihaknya tidak tercatat dalam sistem administrasi kependudukan atau SIAK. Hal ini dilakukan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap data tersebut.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Kami sudah memeriksa datanya, dan ternyata tidak ada. Jadi, kami anggap KTP tersebut palsu. Jika ada fisiknya, kami juga bisa mengecek chip-nya," ujar Asep kepada aiotrade.app melalui telepon, Senin (27/10/2025).

Meskipun hasil pemeriksaan telah menunjukkan bahwa KTP tersebut palsu, Asep mengimbau jajarannya untuk lebih teliti dan selektif dalam memberikan pelayanan administrasi kependudukan. Ia menekankan pentingnya prosedur yang benar serta hanya memproses permohonan yang persyaratannya lengkap dan tertib.

"Kami tekankan kepada kawan-kawan di Adminduk untuk selalu berpedoman pada prosedur dan hanya memproses yang persyaratannya lengkap dan tertib," katanya.

Asep juga meminta para pegawai untuk selalu berkomunikasi dan berkoordinasi jika menemukan identitas kependudukan yang mencurigakan. Ia menyarankan agar masalah tersebut segera disampaikan kepada pimpinan agar dapat diperiksa bersama.

"Klarifikasi dan pengecekan persyaratan dokumen harus senantiasa dikedepankan," ujarnya.

Selain itu, Asep mengharapkan masyarakat melakukan pengurusan administrasi kependudukan secara langsung, bukan melalui perwakilan atau pihak ketiga. Ia menjelaskan bahwa perekaman bisa dilakukan di semua kecamatan, sementara pencetakan KTP tersedia di sepuluh titik, delapan di kecamatan, satu di pusat perbelanjaan, dan satu loket lagi di kantor.

"Pengurusan bisa dilakukan sendiri, jangan menyuruh orang lain (calo)," ujar Asep.

Sebelumnya, jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya Kartu Tanda Penduduk (KTP) seorang warga negara asing asal Israel yang diduga diterbitkan oleh Disdukcapil Cianjur. Dalam unggahan di sejumlah akun media sosial, salah satunya akun Instagram @inf_official00, menunjukkan foto KTP atas nama AG yang diterbitkan Disdukcapil Cianjur pada 2 November 2023.

Unggahan tersebut juga menampilkan keterangan lengkap tentang identitas pribadi AG. Ulasan ini mendapat berbagai respons dari warganet. Hingga berita ini diturunkan, unggahan tersebut telah mendapatkan 2.339 komentar, dibagikan sebanyak 4.158 kali, dan disukai sebanyak 17.900.

Langkah-langkah yang Diambil Oleh Disdukcapil Cianjur

Untuk menghindari kejadian serupa di masa depan, Disdukcapil Cianjur telah mengambil beberapa langkah strategis:

  • Memperketat proses pemeriksaan data kependudukan
  • Meningkatkan koordinasi antar petugas dalam menangani kasus-kasus yang mencurigakan
  • Menyosialisasikan prosedur pengurusan administrasi kependudukan secara langsung kepada masyarakat

Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu mencegah penggunaan dokumen kependudukan yang tidak sah dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan administrasi kependudukan.

Pentingnya Kejujuran dalam Pengurusan Dokumen Kependudukan

Pengurusan dokumen kependudukan seperti KTP adalah hal yang sangat penting karena berkaitan langsung dengan identitas seseorang. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan untuk selalu menggunakan layanan resmi dan tidak mempercayai pihak-pihak yang tidak memiliki kewenangan.

Dengan adanya kejadian ini, Disdukcapil Cianjur berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan transparansi dalam pengelolaan data kependudukan. Diharapkan, kejadian serupa tidak akan terjadi lagi di masa depan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan