
Kualitas udara di Jakarta pada pagi hari Senin (13/4) tercatat sebagai yang terburuk di Indonesia. Berdasarkan data dari situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 08.30 WIB, Jakarta memiliki indeks AQI sebesar 158 atau berada dalam kategori tidak sehat.
Berikut ini adalah lima kota dengan kualitas udara terburuk pagi ini:
- Jakarta dengan AQI sebesar 158 atau berada pada kategori tidak sehat
- Bekasi, Jawa Barat dengan AQI sebesar 155 atau pada kategori tidak sehat
- Bandung, Jawa Barat dengan AQI sebesar 149 atau masuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif
- Tangerang, Banten dengan AQI sebesar 144 dan masuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif
- Serpong, Banten dengan AQI sebesar 139 dan masuk kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif
Di sisi lain, Pekanbaru, Riau menjadi wilayah dengan kualitas udara terbaik di Indonesia pada pagi ini, dengan AQI sebesar 25 atau berada dalam kategori baik. Sementara itu, kota dengan kualitas udara terbaik di dunia pada pagi ini adalah Melbourne, Australia, dengan AQI sebesar 6 atau berada dalam kategori baik.
Namun, Chiangmai di Thailand menjadi kota dengan polusi udara terburuk di dunia pada pagi ini, dengan AQI mencapai 198. Kualitas udara di Chiangmai dinyatakan tidak sehat. Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker dan menghindari aktivitas di luar ruangan dalam kondisi tersebut.
Indeks AQI (Air Quality Index) digunakan untuk menunjukkan konsentrasi polutan udara dan kategorinya. Berikut rincian kategori berdasarkan nilai PM 2,5:
- Kategori baik: rentang PM 2,5 sebesar 0-50
- Kategori sedang: rentang PM 2,5 sebesar 51-100
- Kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif: rentang PM 2,5 sebesar 101-150
- Kategori tidak sehat: rentang PM 2,5 sebesar 151-200
- Kategori sangat tidak sehat: rentang PM 2,5 sebesar 200-299
- Kategori berbahaya: rentang PM 2,5 sebesar 300-500
Kategori sangat tidak sehat (PM 2,5 200-299) dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar. Sementara itu, kategori berbahaya (PM 2,5 300-500) secara umum dapat menyebabkan kerusakan kesehatan yang serius bagi manusia.
Dengan adanya peningkatan kualitas udara yang tidak sehat, masyarakat diharapkan lebih waspada dan mengambil langkah-langkah pencegahan seperti memakai masker, mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta memperhatikan informasi kualitas udara secara berkala. Hal ini penting dilakukan agar risiko gangguan kesehatan akibat polusi udara dapat diminimalkan.