Kualitas Udara Jakarta Kembali Buruk, Masuk 10 Kota Paling Tercemar Dunia

admin.aiotrade 21 Okt 2025 2 menit 21x dilihat
Kualitas Udara Jakarta Kembali Buruk, Masuk 10 Kota Paling Tercemar Dunia
Kualitas Udara Jakarta Kembali Buruk, Masuk 10 Kota Paling Tercemar Dunia

Jakarta Kembali Alami Kabut Polusi, Kualitas Udara Masuk Kategori Tidak Sehat

Warga Jakarta kembali menghadapi kabut polusi pada pagi hari Selasa (21/10/2025). Kualitas udara ibu kota mengalami penurunan tajam, sehingga menempatkan Jakarta di posisi keenam sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.

Berdasarkan data dari IQAir, situs pemantau kualitas udara global, Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta mencapai angka 163 pada pukul 06.08 WIB. Angka ini menunjukkan konsentrasi polutan PM2.5 mencapai 71,5 mikrogram per meter kubik, jauh melebihi ambang batas aman yang dianjurkan.

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kondisi ini dikategorikan sebagai β€œtidak sehat”, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki penyakit pernapasan. Paparan PM2.5 dalam kadar tinggi dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka pendek maupun panjang. Bahkan, dampaknya juga bisa dirasakan oleh hewan dan tumbuhan sensitif.

Untuk mengurangi risiko paparan polusi, IQAir menyarankan warga Jakarta untuk menghindari aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker, serta menutup jendela rumah agar tidak terpapar udara tercemar.

Jakarta Mengalahkan Mumbai dan Tashkent

Berikut adalah daftar 6 kota dengan kualitas udara terburuk pada pagi hari ini:

  • Delhi (India) – AQI: 1111
  • Lahore (Pakistan) – AQI: 254
  • Kalkota (India) – AQI: 213
  • Mumbai (India) – AQI: 187
  • Tashkent (Uzbekistan) – AQI: 165
  • Jakarta (Indonesia) – AQI: 163

Meski tidak mencapai level ekstrem seperti Delhi, posisi Jakarta tetap mengkhawatirkan karena kondisi ini menunjukkan bahwa paparan polusi terus berulang dan memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat.

DLH Jakarta Luncurkan Platform Pantau Polusi Real-Time

Untuk memperbaiki pengawasan terhadap kualitas udara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta meluncurkan platform pemantauan kualitas udara terbaru. Sistem ini mengintegrasikan data dari 31 Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) yang tersebar di seluruh wilayah Jakarta.

Platform ini lebih akurat dibandingkan sistem sebelumnya, dengan standar nasional yang lebih ketat. Selain itu, DLH juga bekerja sama dengan berbagai lembaga seperti BMKG, WRI Indonesia, dan Vital Strategies untuk menyediakan data real-time yang bisa diakses publik.

Kategori Kualitas Udara: Apa Artinya?

Sebagai panduan, berikut adalah rentang kategori AQI berdasarkan PM2.5:

  • Baik (0–50): Aman bagi semua kelompok.
  • Sedang (51–100): Aman bagi manusia, tapi dapat berdampak pada tumbuhan.
  • Tidak Sehat (101–200): Merugikan kelompok sensitif.
  • Sangat Tidak Sehat (201–299): Merugikan banyak kelompok populasi.
  • Berbahaya (300–500): Dampak serius bagi kesehatan masyarakat umum.

Dengan kualitas udara yang semakin memburuk, warga Jakarta diimbau untuk tetap waspada dan aktif memantau kondisi polusi melalui platform resmi. Perlindungan diri, khususnya bagi anak-anak dan lansia, kini menjadi prioritas utama di tengah kota metropolitan yang semakin tercekik asap.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan