Kunjungan Investor Asal Spanyol ke Industri Mebel Jepara
Industri mebel Jepara, khususnya yang berkaitan dengan ukiran furnitur, telah mendapatkan pengakuan di tingkat internasional. Seorang investor asal Spanyol, Antonio, bersama rombongannya melakukan kunjungan langsung ke sejumlah perusahaan furnitur di Kabupaten Jepara. Kunjungan ini dilakukan pada Senin (6/10/2025) dan difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Jepara serta didampingi oleh anggota Komisi B DPRD Jepara, Farah Elfirajun.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk melihat secara langsung potensi besar sektor industri mebel yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Rombongan meninjau beberapa perusahaan besar seperti Indocasa Furniture di Desa Rengging, Kecamatan Pecangaan, CV Mandiri Abadi di Desa Bawu, Kecamatan Batealit, PT Els Artsindo dan Estu Raya Mebel di Kecamatan Tahunan, serta sentra seni ukir dan patung di Desa Mulyoharjo, Jepara.
Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Jepara, Anik Rosyida, menyebut kunjungan ini sebagai ajang pembuktian bahwa Jepara layak memiliki pelabuhan niaga skala internasional untuk mendukung ekspor furnitur. Ia mengatakan bahwa industri mebel Jepara mampu mengirim puluhan kontainer setiap bulan. Contohnya, CV Mandiri Abadi saat ini mengekspor sekitar 50 kontainer per bulan, dengan 70 persen pengiriman ke Amerika Serikat.
Sebelum pandemi Covid-19, kapasitas ekspor bahkan mencapai 100 kontainer per bulan. Kini, selain produk berbahan kayu, sejumlah perusahaan di Jepara juga mulai mengekspor furnitur berbahan aluminium, menunjukkan diversifikasi produk yang semakin kuat.
Investor asal Spanyol, Antonio, mengaku terkesan dengan kualitas dan keunikan desain mebel buatan pengrajin Jepara. Ia menilai produk-produk yang dihasilkan sudah memenuhi standar mutu internasional. “Furnitur dari Jepara memiliki detail pengerjaan yang sangat halus dan desain yang menawan. Ini menunjukkan profesionalitas dan kearifan lokal yang berpadu dengan selera pasar global,” ujarnya.
Menurut Antonio, produk Jepara tidak hanya layak menembus pasar Eropa, tetapi juga berpotensi menjadi ikon ekspor Asia di sektor furnitur. Ia menilai, dukungan infrastruktur seperti pelabuhan ekspor langsung dari Jepara akan menjadi kunci peningkatan daya saing industri ini di masa depan.
Dengan kunjungan investor asing ini, Pemerintah Kabupaten Jepara berharap minat investasi baru di sektor mebel dan logistik terus tumbuh, sekaligus memperkuat posisi Jepara sebagai 'Kota Ukir Dunia' yang tidak hanya bersejarah, tetapi juga modern dan berdaya saing global.