
Mungkin sebagian dari kita sering merasa bingung saat ingin memilih olahan daging ayam, baik itu ayam kampung maupun ayam pejantan. Meski secara tampilan dan tekstur dagingnya terlihat mirip, keduanya memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Kedua jenis ayam ini sering digunakan dalam masakan khas Padang seperti gulai atau digoreng. Rasanya yang khas dan tekstur daging yang lezat membuat hidangan menjadi lebih nikmat.
Namun, sebenarnya ada perbedaan yang bisa dengan mudah dikenali antara ayam kampung dan pejantan. Chef Uda Dian Anugrah, seorang chef Minangkabau asli Padang, menjelaskan perbedaan tersebut kepada aiotradeFOOD. Berikut penjelasannya:
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Ayam pejantan biasanya tidak dijual untuk dikonsumsi

Menurut Uda Dian, ayam pejantan kebanyakan tidak dijual untuk dikonsumsi. Dagingnya biasanya digunakan sebagai pakan ternak lain.
"Di dunia peternakan, ayam pejantan sering dibuang. Saat masih bayi, mereka digiling hidup-hidup untuk menjadi pakan ternak lain. Jadi jarang ada yang punya kesempatan untuk hidup lama," ujarnya saat berbicara dalam acara cooking class di Jakarta.
Lebih lanjut, Uda Dian menyebutkan bahwa ayam pejantan sebenarnya sama-sama termasuk dalam kategori ayam boiler. "Ayam pejantan itu langsing, sama-sama boiler," tambahnya.
Uda Dian juga menjelaskan bahwa jumlah ayam pejantan lebih banyak dibandingkan ayam kampung. Namun, karena ukuran tubuhnya yang kecil, orang cenderung enggan memakan dagingnya yang sedikit.
"Tapi, ketika dewasa, ayam pejantan memiliki tekstur daging yang mirip dengan ayam kampung. Masakannya lebih cepat dan harganya lebih murah. Ayam kampung muda terlalu kecil, sementara ayam kampung besar dagingnya terlalu keras. Itu sebabnya banyak orang di Padang memilih ayam pejantan," jelasnya.
Perbedaan ayam kampung dan pejantan setelah dimasak
Selain itu, cara paling mudah untuk membedakan ayam kampung dan pejantan adalah setelah dimasak.
"Cara paling mudah membedakan ketika makan. Kalau ayam kampung beneran, kakinya lebih panjang, tulang pahanya lebih tinggi, dan ketika digigit akan terasa lebih keras. Meskipun dagingnya empuk, tulangnya tetap keras," ujar Uda Dian.
Sementara itu, ayam pejantan memiliki tekstur daging yang mirip dengan ayam kampung, tapi tulangnya lebih mudah digigit. "Kalau di rumah makan Padang suka menggigit tulang ayam, kalau tulangnya besar dan mudah digigit, itu pasti ayam pejantan. Tapi kalau ayam kampung, sulit digigit," tutup Uda Dian.
Dengan mengetahui penjelasan dari Uda Dian ini, sekarang kamu tidak perlu lagi bingung membedakan antara ayam kampung dan pejantan.