Kunci ekonomi rakyat: Gubernur Iqbal percepat koperasi desa dan jaringan logistik mandiri

admin.aiotrade 10 Des 2025 3 menit 22x dilihat
Kunci ekonomi rakyat: Gubernur Iqbal percepat koperasi desa dan jaringan logistik mandiri
Kunci ekonomi rakyat: Gubernur Iqbal percepat koperasi desa dan jaringan logistik mandiri

Gubernur NTB Kembali Tekankan Peran Koperasi dalam Ekonomi Kerakyatan

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, kembali menegaskan komitmennya untuk menjadikan koperasi sebagai kekuatan utama dalam perekonomian masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menghadiri dan memberikan sambutan pada Musyawarah Wilayah (Muswil) Dewan Koperasi Indonesia Wilayah Provinsi NTB (DEKOPINWIL) di Bank NTB Syariah, Mataram, Selasa (9/12/2025).

Menurutnya, koperasi adalah fondasi dari ekonomi kerakyatan yang harus diteguhkan melalui prinsip kemandirian dan usaha bersama. Ia menilai bahwa semangat koperasi adalah penolak ketergantungan, serta bentuk pertolongan pertama dalam perekonomian yang berasal dari masyarakat sendiri.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Kritik terhadap Kondisi Koperasi Indonesia

Meskipun koperasi Indonesia telah tumbuh sejak awal abad ke-20, Gubernur Iqbal menyayangkan bahwa kondisinya kini justru memprihatinkan. Banyak koperasi besar yang dahulu berjaya kini hilang, padahal di negara-negara maju, koperasi justru tumbuh lebih kuat. Ia mencontohkan koperasi raksasa dunia seperti Rabobank di Belanda serta jaringan Raiffeisen di Jerman, Austria, dan Swiss, yang mampu menguasai sektor pangan hingga perbankan.

"Sebaliknya, Indonesia dengan hampir 300 juta penduduk dan memiliki basis anggota koperasi terbesar di dunia, justru belum memiliki satu pun koperasi yang mampu menembus kelas global," kritiknya.

Ia menekankan bahwa selama logika kapitalisme yang hanya menguntungkan yang kuat masih mendominasi, rakyat kecil akan selalu tertinggal. Oleh karena itu, perlu adanya percepatan transformasi koperasi desa agar bisa berkembang secara mandiri.

Inisiasi 50 Koperasi Percontohan

Untuk memperbaiki kondisi tersebut, Gubernur Iqbal menginstruksikan Bank NTB Syariah untuk mempercepat transformasi koperasi, khususnya Koperasi Desa Merah Putih. Ia menilai birokrasi selama ini terlalu lambat merespons kebutuhan pengembangan.

Gubernur Iqbal menetapkan proyek pembangunan 50 koperasi percontohan dan menyiapkan Rp50 juta per koperasi sebagai modal awal. Dana ini bertujuan agar koperasi dapat mulai menjalankan usaha, membangun portofolio bisnis, dan mengukur kapasitas kredit dalam satu tahun.

"Kalau tidak kita kawal, tidak mungkin koperasi besar lahir. Pemerintah tidak boleh hanya mencari aman, kita harus memberi contoh," tegasnya.

Dengan potensi 1.166 desa dan kelurahan di NTB yang dapat menjadi basis koperasi desa, Gubernur memproyeksikan jika setiap koperasi memiliki kapitalisasi minimal Rp1 miliar, maka valuasi koperasi desa secara keseluruhan dapat mencapai lebih dari Rp1 triliun. Hal ini akan menciptakan jaringan distribusi logistik paling merata dan mandiri di Indonesia.

Tiga Pilar Penguatan Koperasi

Gubernur Iqbal menekankan tiga hal penting dalam pembangunan koperasi:

  • Kompetensi Pusat: Harus dibangun kompetensi pusat yang melibatkan akademisi, universitas, pemerintah, dan masyarakat untuk memperkuat kapasitas koperasi.
  • Eksperimen Model Bisnis: Diperlukan eksperimen model bisnis koperasi, tidak hanya mengandalkan sistem simpan-pinjam yang kini lebih banyak dipakai untuk berutang daripada berproduksi.
  • Partisipasi Anggota: Partisipasi anggota harus menjadi roh koperasi untuk memastikan setiap anggota memiliki peran dan manfaat.

Penutup: Ajakan untuk Menghidupkan Kembali Koperasi

Gubernur Iqbal menutup pidatonya dengan ajakan kuat untuk menghidupkan kembali koperasi sebagai roh ekonomi bangsa.

“Koperasi bukan sekadar lembaga. Koperasi adalah jalan, koperasi adalah gerakan, koperasi adalah roh ekonomi kerakyatan,” tutupnya, seraya meminta dukungan semua pihak untuk mempercepat transformasi koperasi desa menuju skala dunia.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan