
Konversi mobil menjadi kendaraan yang beroperasi dengan bahan bakar gas (BBG) bisa menjadi solusi untuk mengurangi biaya pengeluaran energi. Dalam wawancara dengan Ketua Umum Komunitas Mobil Gas (Komogas), Andy Lala, dikatakan bahwa penggunaan BBG dapat menghemat pengeluaran hingga 50 persen.
Dirinya menjelaskan bahwa penggunaan BBG sangat cocok digunakan untuk taksi online yang memiliki jarak tempuh harian yang cukup jauh. Dengan asumsi konsumsi bahan bakar minyak sebesar 1:10, maka pengemudi membutuhkan dana sekitar Rp 300 ribu untuk mengisi bensin jenis Pertalite. Sementara itu, dengan menggunakan BBG, biaya akan lebih hemat karena harga BBG hanya Rp 4.500 per liter setara premium (LSP). Dengan rute yang sama, isi BBG hanya membutuhkan dana sebesar Rp 135 ribu untuk membeli 30 LSP yang mampu menempuh jarak 300 kilometer.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Dengan demikian, pengemudi taksi online bisa menghemat hingga Rp 165 ribu per hari. Jika dikalikan dalam 30 hari, total penghematan mencapai Rp 4.950.000. Dana tersebut bisa digunakan untuk cicilan pembelian mobil,” ujarnya.

Proses pengisian gas CNG tidak memakan waktu lama. Sekitar dua menit saja untuk ukuran tabung 12-16 LSP. Proses ini terlihat mirip dengan pengisian bensin biasa. Namun, hal ini hanya berlaku jika SPBG (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas) dalam kondisi kosong.
Menurut pengalaman Andy, umur oli pada kendaraan BBG lebih panjang dibandingkan saat menggunakan bensin biasa. Hal ini disebabkan oleh pembakaran di ruang bakar yang lebih bersih. “Saya sudah mencoba menggunakan oli 0W-40 dan mengeceknya setiap 5 ribu kilometer. Sampai 30 ribu kilometer, oli masih bisa digunakan. Karena pembakarannya sempurna, tidak ada jelaga atau sisa endapan,” katanya.

Sebelum melakukan konversi mobil menjadi BBG, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Terlebih lagi, konversi ini dilakukan dengan menambahkan komponen kit ke dapur pacu bawaan mobil.
Pengguna kendaraan BBG harus rutin melakukan pemeriksaan filter gas untuk memastikan saringan tetap bersih. Pemeriksaan ini dilakukan setiap tiga bulan secara berkala. Selain itu, Andy juga menyarankan pengguna sistem BBG untuk menggunakan busi tipe iridium agar efisiensi dan pembakaran maksimal.
“Oktannya setara dengan bahan bakar 120. Karena tingginya oktan, jika businya tidak bagus, pengapian juga akan kurang optimal, sehingga pembakarannya tidak sempurna,” ujarnya.

Ketersediaan SPBG yang terbatas menjadi tantangan bagi pengguna mobil BBG. Terutama karena SPBG belum tersedia di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini menjadi hambatan ketika penggunaan mobil BBG dilakukan untuk perjalanan luar kota.
Selain itu, konversi BBG juga mengurangi kepraktisan mobil karena kabin bagasi terpakai oleh tabung gas. Terutama untuk ukuran 12 LSP dan 16 LSP. Ada juga opsi dengan kapasitas 8 liter, namun kapasitasnya terlalu kecil untuk kebutuhan harian.

Mengenai harga, paket konversi BBG pada mobil penumpang berkisar mulai dari Rp 14 hingga 25 juta. Harga ini tergantung pada ukuran dan material tabung yang digunakan.
Perlu dicatat bahwa konversi atau modifikasi ini akan membuat garansi mobil menjadi gugur. Hal ini karena perubahan yang dilakukan cukup ekstrem, terutama pada sektor mesin atau dapur pacu mobil.