Kunjungan Naik Pesat, Pengusaha Waspadai Penerapan Kerja dari Rumah 2026

admin.aiotrade 30 Des 2025 2 menit 27x dilihat
Kunjungan Naik Pesat, Pengusaha Waspadai Penerapan Kerja dari Rumah 2026

Pemerintah Akan Menerapkan Program Work From Mall di 15 Provinsi

Pemerintah berencana meluncurkan program work from mall (WFM) di 15 provinsi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital pada tahun depan. Namun, pengelola pusat perbelanjaan menyatakan bahwa kebijakan ini belum akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan mal pada 2026.

AioTrade Autopilot
πŸ”₯ SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) menilai bahwa aktivitas WFM sudah dilakukan oleh masyarakat sejak pengetatan mobilitas selama pandemi Covid-19 mulai dilonggarkan. Saat itu, banyak pekerja yang diberi mandat bekerja dari rumah (WFH) justru memilih melakukan WFM.

"Kini, pusat perbelanjaan digunakan masyarakat sebagai tempat pertemuan, tempat kerja, bahkan tempat belajar. Oleh karena itu, dampak WFM tidak akan sebesar yang diharapkan atau membuat pertumbuhan kunjungan mal pada 2026 mencapai 20%," ujar Ketua Umum APPBI Alphonzus Widjaja.

Alphonzus memperkirakan tingkat kunjungan mal pada tahun ini hanya akan tumbuh terbatas, yaitu sekitar 10% secara tahunan. Dengan demikian, rata-rata jumlah pengunjung harian mal diprediksi mencapai 22 juta orang per hari.

Proyeksi Kunjungan Mal pada Tahun 2026

Menurutnya, tingkat kunjungan yang kembali normal akan meningkatkan lalu lintas di pusat perbelanjaan hingga 20%. Sehingga, rata-rata kunjungan harian pada 2026 diperkirakan mencapai 26 juta orang.

Namun, program WFM dinilai belum akan mengubah prediksi kunjungan mal karena tidak semua pusat perbelanjaan dapat menerapkan WFM. Ada beberapa sarana pendukung yang harus tersedia, seperti jaringan internet publik gratis, kafe atau food court, dan ruang yang nyaman untuk keperluan WFM.

"Program WFM diharapkan dapat meningkatkan kunjungan ke mal, namun akan dilakukan secara bertahap karena tidak semua mal bisa menerapkan program tersebut," ujarnya.

Selain itu, WFM umumnya hanya terjadi di kota-kota besar, seperti Jakarta. Alphonzus menjelaskan bahwa pusat perbelanjaan di kota metropolitan biasanya berada dekat dengan berbagai pusat kegiatan ekonomi.

Peran Pemerintah dalam Mendukung WFM

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan rencana untuk mengembangkan program WFM agar mal dapat menjadi ruang kerja alternatif. Karena itu, skema WFM akan mendapatkan dukungan pemerintah di beberapa provinsi pada tahun depan.

Airlangga tidak merinci lebih lanjut dukungan pemerintah yang akan diberikan dalam program WFM pada 2026. Namun, ia menyebutkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran untuk mendorong kegiatan gig economy di Ibu Kota pada tahun depan.

β€œKita akan menerapkan WFM di 15 provinsi dan akan didukung oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang IT. Jadi, jika yang bergerak di gig economy butuh charger laptop, wifi, dan kopi, semuanya ada di mal,” katanya.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan