Peluang Investasi di Kabupaten Bandung yang Menarik Minat Delegasi China
Bupati Bandung Dadang Supriatna, yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Asosiasi Kepala Daerah Seluruh Indonesia (APKASI), memberikan penawaran investasi di Kabupaten Bandung kepada delegasi China. Salah satu proyek yang ditawarkan adalah Kereta Gantung di kawasan wisata Ciwidey dan Pangalengan.
Penawaran ini disampaikan saat Bupati Bandung menghadiri pertemuan strategis antara Dewan Pengurus APKASI dengan Delegasi China di The Pearl Chinese Restaurant JW Marriot Kuningan Jakarta, pada Minggu 5 Oktober 2025. Kang DS, sapaan akrab Bupati Bandung, menjelaskan bahwa Kabupaten Bandung memiliki sumber daya alam yang luar biasa, termasuk perkebunan teh, kopi, kakao, dan rempah-rempah yang diekspor ke Eropa.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Selain itu, Kabupaten Bandung juga merupakan salah satu destinasi wisata utama di Jawa Barat dengan tingkat kunjungan mencapai 7 juta wisatawan per tahun," ujar Kang DS. Ia menambahkan bahwa pihaknya membuka peluang investasi di bidang pariwisata dengan membangun infrastruktur transportasi ke wilayah obyek wisata seperti Ciwidey.
"Kami berharap bisa diaktifkannya kembali jalur rel kereta api ke Ciwidey yang melintasi wilayah Pacira atau dengan dibuatkan kereta gantung," kata Kang DS. Untuk pembangunan investasi kereta gantung di kawasan wisata tersebut, diperlukan dana sebesar Rp 2 triliun. Break even point (BEP) dari moda transportasi cable car ini cukup cepat, yaitu dalam waktu 4 tahun.
Selain itu, Kang DS juga menyebutkan bahwa Stasiun Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC) Whoosh masuk wilayah Kabupaten Bandung, tepatnya di Desa Tegalluar Kecamatan Bojongsoang. Ia juga menyampaikan rencana untuk membuat jalan tol dari Soreang ke Pacira sampai Cidaun guna mendukung pengembangan pariwisata di Bandung selatan.
Solusi Inovatif untuk Masalah Sampah
Masalah sampah menjadi salah satu isu yang juga dibahas dalam pertemuan ini. Kang DS menjelaskan bahwa cara lain untuk mengatasi sampah di seluruh daerah adalah dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTS).
Pertemuan ini tidak hanya terbatas pada topik investasi, tetapi juga membahas berbagai sektor lain seperti perkebunan, pertanian, industrialisasi kopi, energi terbarukan, dan hal-hal strategis lainnya. Kehadiran delegasi China dalam acara Luncheon Meeting dengan International Academicians Science and Technology Innovation Centre (IASTIC) Beijing dan investor dari China menunjukkan potensi besar untuk kerja sama di berbagai bidang.
Komitmen APKASI dalam Membangun Kemitraan Strategis
Ketua Umum APKASI, Bursah Zarnubi, menyatakan bahwa pertemuan ini membuka babak baru kemitraan strategis untuk pembangunan daerah. Ia menegaskan komitmen 416 kabupaten untuk menjajaki kerja sama di berbagai bidang seperti Sains dan Teknologi, Pertanian dan Perkebunan, Peningkatan SDM, Investasi Irigasi dan Pengelolaan Sampah.
Zarnubi memetakan secara rinci potensi komoditas unggulan daerah yang siap digarap, mulai dari kopi, kakao, kelapa, durian, bambu, sarang walet, hingga rempah-rempah. Selain itu, ia juga menyoroti kebutuhan investasi di sektor yang lebih fundamental, seperti irigasi pertanian untuk mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan dan swasembada pangan, serta pengelolaan sampah.
Hubungan Indonesia-Tiongkok yang Semakin Erat
Nuansa hangat hadir dari Presiden IASTIC, Prof. C.C. Chan, yang mengaku lahir di Magelang. Ia menyatakan misi untuk mempererat hubungan Indonesia-Tiongkok dan siap mendukung modernisasi sektor pertanian dengan teknologi yang dimiliki.
Pertemuan bersejarah ini dihadiri oleh sejumlah bupati yang menjadi motor penggerak pembangunan di daerahnya, antara lain Bupati Minahasa Utara Joune Ganda, Bupati Bandung Dadang Supriatna, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Bupati Sambas Satono, Bupati Serang Ratu Rachmatu Zakiyah, dan Sekda Kabupaten Kepulauan Seribu Tri Indra.
Para kepala daerah ini hadir didampingi oleh Direktur Eksekutif Apkasi Sarman Simanjorang dan Tony Aditya selaku inisiator pertemuan bilateral tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan kuat dari pemerintah daerah terhadap inisiatif kerja sama ini. Ini juga mencerminkan harapan besar untuk kemajuan di tingkat lokal.
