Kunjungi Liponsos, HMI Malang Dorong Solusi untuk Anjal dan Gepeng

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 12x dilihat
Kunjungi Liponsos, HMI Malang Dorong Solusi untuk Anjal dan Gepeng
Kunjungi Liponsos, HMI Malang Dorong Solusi untuk Anjal dan Gepeng

Kunjungan HMI Cabang Malang ke Liponsos Camp Assessment

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang melakukan kunjungan ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Camp Assessment milik Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang, pada Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau langsung kondisi shelter penampungan dan pembinaan bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Ketua Umum HMI Cabang Malang, Mirdan Idham, menyebut kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap persoalan sosial di Kota Malang. Ia menekankan pentingnya melihat kelayakan fasilitas dan efektivitas pembinaan yang diberikan kepada para penghuni Liponsos.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

“Kami sering menemukan lansia tidur di kawasan Kayutangan selama berhari-hari. Kondisi ini menunjukkan masih ada permasalahan sosial yang perlu segera diatasi,” ujarnya.

Fungsi dan Proses Kerja Liponsos Camp Assessment

Muharram, selaku pembina Liponsos Camp Assessment, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut berfungsi sebagai Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi warga yang terjaring razia Satpol PP. Ia menambahkan bahwa sebelum dipindahkan ke shelter lain, pihaknya melakukan asesmen dan klasifikasi untuk mengetahui kategori permasalahan sosial masing-masing individu.

“Sebelum dipindahkan ke shelter lain, kami melakukan asesmen dan klasifikasi untuk mengetahui kategori permasalahan sosial masing-masing individu,” jelasnya.

Cahya, pembina Liponsos lainnya, juga menyampaikan bahwa para penghuni Liponsos mendapatkan bimbingan kesehatan, mental, spiritual, serta pelatihan keterampilan sederhana. Ia menjelaskan bahwa mereka dibekali dengan berbagai pelatihan seperti berkebun agar memiliki keterampilan yang bermanfaat.

“Kami membekali mereka dengan berbagai pelatihan seperti berkebun agar memiliki keterampilan yang bermanfaat,” terangnya.

Data Penghuni Liponsos Camp Assessment

Dari hasil kunjungan HMI, tercatat ada tujuh orang terdaftar di Liponsos Camp Assessment. Namun, hanya empat yang berada di lokasi saat peninjauan. Mereka terdiri dari seorang penyandang tunarungu dan tunawicara, satu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta dua anak jalanan dan pengemis.

Muharram menambahkan bahwa sebagian besar penghuni Liponsos adalah warga yang sudah berulang kali terjaring razia. “Mereka sudah sering direhabilitasi, tapi sebagian kembali ke jalan karena faktor kebiasaan,” ungkapnya.

Peran Kota Malang dalam Penanganan Masalah Sosial

HMI Cabang Malang menilai bahwa sebagai Kota Pendidikan, Malang semestinya memiliki perhatian lebih dalam menangani masalah sosial seperti anak jalanan, gelandangan, dan pengemis (Anjal dan Gepeng). Virel, Kabid Soskestra HMI Cabang Malang, menegaskan bahwa seharusnya Malang mampu menghadirkan solusi yang manusiawi dan berkelanjutan.

“Sebagai kota pendidikan, seharusnya Malang mampu menghadirkan solusi yang manusiawi dan berkelanjutan. Walaupun sebagian dari mereka bukan warga asli Malang, mereka tetap bagian dari ekosistem sosial kota ini,” ujarnya.

Rekomendasi dan Tindak Lanjut

Menutup kunjungan, Mirdan Idham mendorong agar pemerintah dan lembaga sosial tidak hanya fokus pada pembinaan, tetapi juga membuka akses lapangan kerja. Ia menekankan bahwa pembinaan sebaiknya diiringi dengan pemberdayaan ekonomi, agar para PMKS memiliki peluang hidup mandiri dan tidak kembali ke jalan.

“Pembinaan sebaiknya diiringi dengan pemberdayaan ekonomi, agar para PMKS memiliki peluang hidup mandiri dan tidak kembali ke jalan,” tegasnya.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan