
SURABAYA, aiotrade.app
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr H Wihaji melakukan kunjungan ke Surabaya, Jawa Timur. Tujuannya adalah untuk memastikan pelaksanaan program pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) tepat sasaran, khususnya bagi kelompok 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD).
Wihaji mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gubeng, Surabaya, pada hari Kamis (9/10/2025). Di tempat tersebut, ia menyapa sejumlah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang berkumpul di sana.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
“Pemberian makanan bergizi ini adalah investasi kita untuk masa depan. Kita pastikan setiap anak berisiko stunting, ibu hamil, dan ibu menyusui mendapatkan asupan terbaik. Program ini harus berjalan efektif dan membawa dampak nyata terhadap percepatan penurunan stunting,” ujar Wihaji.
Program Turunkan Stunting
Program Pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu strategi utama BKKBN untuk menurunkan angka stunting melalui pendekatan keluarga berisiko stunting (KRS).
Ia meninjau langsung jalannya kegiatan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), mulai dari distribusi, kualitas bahan, dan pendampingan bagi penerima manfaat.
“Ini bagian dari KRS, Keluarga Risiko Stunting. Saya juga punya anak kecil, jadi tahu betul pentingnya perhatian gizi sejak dini. Ini juga kewajiban saya sebagai pembantu Presiden,” ujar Wihaji.
Fokus pada Tindakan Nyata
Sesuai dengan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto agar fokus pada tindakan nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Jangan banyak seminar, jangan banyak lokakarya. Turun ke lapangan, selesaikan masalah,” katanya.
Kerja Sama Lintas Sektor
Upaya memperbaiki gizi masyarakat ini tidak berdiri sendiri. Program MBG dijalankan dengan dukungan lintas sektor, mulai dari puskesmas, dinas kesehatan, dan pemerintah daerah.
Melalui intervensi gizi spesifik dan sensitif, BKKBN berupaya memastikan bahwa bantuan benar-benar menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD yang berisiko stunting.
Pendekatan terintegrasi ini juga didukung oleh data keluarga berisiko stunting yang dikelola BKKBN, sehingga setiap intervensi bisa dilakukan tepat sasaran.
Membangun Kebiasaan Makan Sehat
Bukan hanya soal memberi makanan, melainkan juga membangun kebiasaan makan sehat dalam keluarga.
“Kita ingin memastikan keluarga Indonesia tidak hanya kenyang, tapi juga bergizi. Karena gizi yang baik hari ini menentukan kecerdasan dan kesehatan bangsa di masa depan,” ucap Wihaji.
Dampak Jangka Panjang
Program MBG memiliki dampak jangka panjang yang signifikan. Dengan memberikan asupan gizi yang cukup, diharapkan dapat mengurangi risiko stunting pada anak-anak. Hal ini akan berdampak positif pada kualitas hidup mereka di masa depan, termasuk kemampuan belajar dan kesehatan secara keseluruhan.
Selain itu, program ini juga menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya keluarga rentan. Dengan pendekatan yang tepat dan kolaborasi yang kuat, diharapkan semua pihak dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama.
Dalam upaya ini, partisipasi masyarakat sangat penting. Setiap keluarga diminta untuk aktif berpartisipasi dalam program ini, termasuk mengikuti edukasi gizi dan menjaga pola makan yang seimbang.
Dengan kerja sama antara pemerintah, lembaga terkait, dan masyarakat, diharapkan program MBG dapat berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang maksimal.