
Kuota Haji 2026 untuk Jawa Barat Masih dalam Proses Penentuan
Kuota haji tahun 2026 untuk Jawa Barat masih dalam proses penentuan, mengingat adanya rencana penyamarataan daftar tunggu calon jemaah haji secara nasional. Saat ini, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jabar masih merujuk pada kuota haji tahun lalu yang mencapai 38.723 jemaah.
“Verifikasi 80% ini mengacu ke kuota tahun lalu. Kuota sekarang untuk Jawa Barat, kami masih menunggu dari pusat,” ujar Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kemenhaj Jawa Barat, Boy Hari Novian, Selasa 21 Oktober 2025.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Dalam rapat kabinet baru-baru ini, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana penyamarataan daftar tunggu haji yang mencapai 26,4 tahun bagi Muslim di seluruh Indonesia. Menurut Boy, kebijakan ini bertujuan agar semua daerah mendapatkan keadilan dalam pelayanan haji.
Sebelum kebijakan ini berlaku, daftar tunggu di Sulawesi mencapai 40 tahun, sedangkan di Jawa Barat ada yang mencapai 17 tahun. Dengan kebijakan baru ini, semua calon jemaah haji di Indonesia kini memiliki daftar tunggu yang sama yaitu 26,4 tahun.
Bagi Jawa Barat, rencana penyeragaman masa tunggu tersebut akan berdampak pada kuota haji. “Jika kuota provinsi nanti diaplikasikan berdasarkan waiting list atau daftar tunggu, Jawa Barat kemungkinan akan berkurang sekitar 9.000 kuota sehingga kuota Jawa Barat menjadi sekitar 29.000 sampai 30.000,” ujarnya.
Namun, kebijakan ini juga akan berdampak pada provinsi lain. Boy menjelaskan bahwa ada 20 provinsi yang akan mengalami pengurangan kuota, sementara di provinsi lain akan terjadi peningkatan. Hal ini dilakukan agar daftar tunggu sama untuk semua daerah, yaitu 26,4 tahun.
“Jadi di mana pun mendaftar dari provinsi mana pun, kabupaten/kota mana pun itu akan sama daftar tunggunya 26,4 tahun,” katanya.
Sementara itu, jumlah calon jemaah haji yang menunggu di tahun 2025 saat ini mencapai sekitar 850.000 orang. Jumlah ini lebih sedikit dibandingkan dengan Jawa Tengah dan Jawa Timur.
“Kita hanya 850.000 sedangkan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu sudah di atas 1 juta. Sehingga ini konsekuensi juga buat warga Jawa Barat yang memang pendaftarnya lebih sedikit dibandingkan provinsi lain yang pendaftarnya banyak, sehingga kuota yang kita dapat itu harus didistribusikan kepada daerah yang memang pendaftarnya lebih banyak dibandingkan Jawa Barat,” ungkapnya.
Untuk pelunasan biaya perjalanan ibadah haji, Boy memastikan bahwa masih menunggu dari pusat karena harus ada dulu panja DPR dengan Kementerian Haji dan Umrah. Setelah disepakati berapa BPIH, maka diajukan ke Presiden untuk dikeluarkan Perpres.
“Kami masih menunggu, mudah-mudahan di November ini sudah ada kepastian berapa biaya perjalanan ibadah haji yang harus dibayarkan oleh jemaah,” ujarnya.
Persiapan Verifikasi Calon Jemaah Haji
Terkait persiapan, saat ini pihaknya sedang melakukan verifikasi terhadap calon jemaah haji yang rencananya akan berangkat pada 2026. Adapun verifikasi terhadap calon jemaah haji yang bakal berangkat pada tahun depan sudah mencapai 80%.
Verifikasi ini meliputi pendataan, pembuatan paspor, dan pembuatan bio visa.
“Persiapannya untuk 2026, kami sudah verifikasi terhadap 80% calon jemaah haji yang bakal berangkat. Pembuatan paspor dan bio visa juga sudah mulai berlangsung,” kata Boy.