Kuota Impor BBM Empat SPBU Swasta Ditentukan Pekan Depan

admin.aiotrade 10 Des 2025 2 menit 16x dilihat
Kuota Impor BBM Empat SPBU Swasta Ditentukan Pekan Depan

Pemenuhan Kebutuhan BBM untuk SPBU Swasta Tahun 2026

Pemerintah akan segera menentukan kuota impor bahan bakar minyak (BBM) untuk tahun 2026 yang akan diberikan kepada badan usaha pengelola Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta. Hal ini dilakukan setelah pihak terkait melakukan rapat dan merumuskan berbagai opsi yang akan disampaikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam pernyataannya, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan bahwa keputusan mengenai kuota impor tersebut akan diambil dalam waktu dekat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Laode menjelaskan bahwa sebelumnya, ia telah menggelar pertemuan dengan jajaran Direktorat Jenderal Migas untuk merancang beberapa opsi terkait penambahan kuota impor BBM bagi SPBU swasta. Salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan adalah penambahan kuota impor sebesar 10 persen dari kuota yang diberikan pada tahun 2025. Opsi ini juga sudah diterapkan sebelumnya pada tahun 2025, dimana kuota impor ditingkatkan sebesar 10 persen dibandingkan tahun 2024.

Namun, dalam pelaksanaannya, beberapa SPBU swasta seperti Shell dan BP mengalami kehabisan kuota impor pada pertengahan Agustus 2025, sementara SPBU Vivo mengalami hal serupa pada Oktober 2025. Untuk mengatasi situasi ini, Kementerian ESDM menawarkan kerja sama antarbisnis antara SPBU swasta yang kehabisan kuota impor dengan Pertamina Patra Niaga. Sebagai hasilnya, SPBU swasta tersebut kemudian menggunakan kuota impor yang dimiliki oleh perusahaan migas plat merah tersebut.

Hingga akhir Oktober 2025, stok BBM jenis RON 92 untuk SPBU BP berhasil pulih. Selanjutnya, stok BBM jenis RON 92 membaik secara bertahap, diikuti oleh SPBU Vivo pada akhir November 2025, dan yang terakhir adalah SPBU Shell pada awal Desember 2025. Secara keseluruhan, hingga awal Desember 2025, Pertamina Patra Niaga telah menyalurkan sebanyak 430 ribu barel minyak kepada tiga SPBU swasta tersebut.

Perubahan pada Produk dan Layanan SPBU Swasta

Sebelumnya, Shell Indonesia mengumumkan ketersediaan stok bahan bakar minyak produk Super di sejumlah SPBU-nya di Jakarta dan sekitarnya. Keberadaan stok ini setelah sejak akhir Agustus 2025, produk mereka sempat kosong dan hanya tersedia jenis diesel. “Selain bensin, produk BBM jenis diesel (Shell V-Power Diesel) dan layanan di Shell Select, Bengkel SPBU Shell, serta Shell Recharge tetap terus tersedia,” demikian pernyataan dari situs resmi Shell Indonesia pada Ahad, 7 Desember 2025.

Selama masa stok bensin kosong, Shell masih menjajakan produk lain seperti layanan servis kendaraan, menjual oli, serta menjual berbagai minuman dan makanan ringan. Tidak hanya Shell, merek lain seperti Vivo dan BP juga mengalami kelangkaan akibat kuota bahan bakar minyak mereka habis. Situasi ini menunjukkan pentingnya pengaturan kuota impor BBM yang lebih efektif agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat secara merata.

Bagikan Artikel:
admin.aiotrade
admin.aiotrade

Penulis di Website. Berfokus pada penyajian informasi yang akurat, terpercaya, dan analisis mendalam seputar teknologi finansial.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan