
Peningkatan Target KUR untuk UMKM di Tahun 2026
Pemerintah telah menaikkan target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada tahun 2026 menjadi sebesar Rp 320 triliun. Angka ini lebih tinggi dari target sebelumnya yang sebesar Rp 300 triliun pada tahun 2025. Penyesuaian ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui sektor UMKM.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, sebanyak 65 persen dari target KUR tersebut akan dialokasikan ke sektor produksi. Hal ini disampaikan oleh Maman setelah menghadiri Rapat Koordinasi Komite Kebijakan KUR yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, pada Senin (17/11).
"Target KUR di tahun 2026 sebesar Rp 320 triliun akan didorong ke sektor UMKM. Dari jumlah tersebut, 65 persen akan dialokasikan ke sektor produksi. Ini merupakan penugasan dari komite yang naik sekitar 5 persen," ujar Menteri Maman.
Realisasi Penyaluran KUR Hingga November 2025
Hingga November 2025, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp 238 triliun. Angka ini tercatat sebesar 83 persen dari target sebesar Rp 286 triliun yang akan disalurkan pada tahun 2025. Dari realisasi tersebut, pemerintah melalui bank himbara telah menyalurkan kepada 2,25 juta debitur baru, atau sekitar 96 persen dari target sebanyak 2,34 juta debitur.
Selain itu, untuk debitur graduasi—pelaku usaha yang naik tingkat dari mikro menjadi kecil, atau kecil menjadi menengah—telah melampaui target. Jumlah debitur graduasi mencapai 1,3 juta, melebihi target sebesar 1,2 juta debitur sebesar 112 persen. "Alhamdulillah, debitur graduasi melebihi target sebanyak 112 persen, yaitu sekitar 1,3 juta," kata Maman.
Penyaluran KUR ke Sektor Produksi
Dari plafon KUR sebesar Rp 286 triliun, sebanyak 60 persen harus disalurkan ke sektor produksi. Tahun ini, angka tersebut berhasil tercapai di kisaran 60,7 persen. Ini merupakan pencapaian pertama dalam sejarah program KUR yang mencapai angka tersebut.
"Sejak tahun 2020 hingga 2023, angka penyaluran ke sektor produksi tidak pernah mencapai 60 persen. Nah, ini alhamdulillah di tahun 2025 kita mencapai 60,7 persen. InsyaAllah, di akhir Desember nanti, kita akan mencapai 61 persen, bahkan bisa meningkat lagi," tambah Maman.
Strategi Pemerintah dalam Mendukung UMKM
Peningkatan target KUR dan peningkatan penyaluran ke sektor produksi menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM. Dengan peningkatan ini, diharapkan UMKM dapat semakin berkembang dan berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional.
Selain itu, pemerintah juga terus berupaya memastikan bahwa penyaluran KUR dapat mencapai target yang ditetapkan. Dengan peningkatan realisasi dan alokasi yang lebih besar ke sektor produksi, UMKM diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan daya saingnya di pasar.