Kutai Barat Masuk Daftar Dana Endapan Terbesar, Bupati Frederick Edwin Beri Penjelasan

admin.aiotrade 25 Okt 2025 2 menit 15x dilihat
Kutai Barat Masuk Daftar Dana Endapan Terbesar, Bupati Frederick Edwin Beri Penjelasan
Kutai Barat Masuk Daftar Dana Endapan Terbesar, Bupati Frederick Edwin Beri Penjelasan

Dana Endapan Daerah di Kutai Barat Dijelaskan oleh Bupati

Dana endapan daerah di Kabupaten Kutai Barat yang mencapai sebesar Rp3,2 triliun menjadi perhatian publik setelah Kementerian Keuangan mengungkapkan adanya dana mengendap sebesar Rp234 triliun secara nasional. Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, memberikan penjelasan terkait informasi tersebut untuk menepis kesalahpahaman dan memastikan bahwa dana tersebut bukanlah dana yang menganggur, melainkan bagian dari proses penyerapan anggaran yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan menyebutkan bahwa ada 15 daerah di Indonesia yang memiliki dana endapan dengan realisasi belanja APBD kuartal III 2025 yang masih lambat. Kabupaten Kutai Barat tercatat sebagai salah satu daerah tersebut, dengan total dana endapan sebesar Rp3,2 triliun. Bupati Frederick Edwin mengakui angka tersebut, tetapi menegaskan bahwa sebagian besar dana masih dalam proses penyerapan.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

"Dana endapan senilai Rp3,2 triliun tersebut terdiri dari kas daerah sebesar Rp2,2 triliun yang menunggu penyerapannya," ujar Frederick pada Jumat (24/10/2025). Dana sebesar Rp2,2 triliun itu merupakan anggaran aktif yang tersimpan di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Bankaltimtara. Sementara sisanya, yaitu sebesar Rp1 triliun, merupakan Dana Treasury Deposit Facility (TDF) di Bank Indonesia (BI) yang hanya dapat digunakan dalam kondisi tertentu sesuai kebijakan Kementerian Keuangan.

"Namun dana tersebut bukan dalam bentuk deposito, sementara sisanya Rp1 triliun dalam bentuk TDF, Treasury Deposit Facility," tegasnya. Frederick juga menyampaikan apresiasinya terhadap terkumpulnya dana tersebut yang akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur di Kabupaten Kutai Barat.

Beberapa proyek infrastruktur saat ini tengah dibangun, antara lain Jembatan Aji Tulur Jejangkat (ATJ) di Sungai Mahakam yang menghubungkan Kecamatan Melak dan Kecamatan Muok Manaar Bulatn. Selain itu, terdapat jalan sepanjang 19 kilometer yang menghubungkan Kampung Ombau dan Kampung Menjelew, Pelabuhan Royoq, serta Kristen Center.

Frederick berharap proses penyerapan anggaran akan lebih cepat dan masih dalam proses hingga akhir tahun. Ia menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya untuk memaksimalkan penggunaan dana tersebut guna mendukung pembangunan daerah. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat dari dana endapan yang selama ini menjadi sorotan.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan