
PANGKALAN BUN, aiotrade.CO
– Pemerintah terus mendorong pemanfaatan lahan pekarangan agar tidak hanya menjadi penghias rumah, tapi juga sumber pangan bergizi bagi keluarga. Hal ini terlihat dalam kegiatan Kunjungan Lapang dan Pelatihan Pekarangan Pangan Bergizi bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) se-Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) Tahun 2025, yang digelar di Kelurahan Mendawai, Kecamatan Arut Selatan, Selasa (11/11).
Mengusung tema “Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan untuk Peningkatan Ketahanan Pangan Keluarga”, kegiatan ini diikuti oleh para anggota KWT dari berbagai kecamatan, didampingi perwakilan dari Kelurahan Mendawai, Kepala Bidang Hortikultura, Ketua Gapoktan, dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sekretaris Lurah Mendawai, Fauji Iskandar, dalam sambutannya mengapresiasi semangat para peserta. “Program seperti ini sangat bermanfaat karena bukan hanya menambah pengetahuan tentang budidaya tanaman, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan keluarga di tingkat rumah tangga,” ujarnya.
Pada sesi pelatihan lapang, peserta mendapat pembekalan langsung tentang cara mengelola lahan pekarangan untuk tanaman sayuran bergizi. Mulai dari pemilihan benih, pengolahan tanah, pemupukan, hingga perawatan tanaman yang ramah lingkungan.
Ketua Kelompok Tani Gunung Mas Wijaya, Muray, turut menjadi narasumber dan berbagi kisah suksesnya menanam sawi di lahan terbatas. “Menanam sawi tidak memerlukan lahan luas. Dengan ukuran 25 x 15 meter saja, kita bisa mulai. Kuncinya ketelatenan dan pemupukan yang tepat. Dari modal kecil, hasilnya bisa membantu kebutuhan dapur bahkan menambah penghasilan keluarga,” katanya.
Kegiatan berlangsung interaktif. Peserta aktif berdiskusi dan bertukar pengalaman seputar strategi memanfaatkan pekarangan di wilayah masing-masing.
Melalui pelatihan ini, diharapkan para anggota KWT semakin termotivasi untuk mengembangkan pekarangan produktif, sehat, dan berkelanjutan demi memperkuat ketahanan pangan keluarga dan masyarakat di Kotawaringin Barat.
Manfaat Pekarangan dalam Ketahanan Pangan
Pekarangan memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan. Berikut beberapa manfaat utama dari pengelolaan pekarangan:
- Meningkatkan ketercukupan pangan keluarga dengan menanam tanaman sayuran segar
- Mengurangi ketergantungan pada pasar luar daerah
- Menyediakan sumber pendapatan tambahan melalui penjualan hasil pertanian
- Meningkatkan kesehatan masyarakat dengan konsumsi pangan yang lebih bergizi
Strategi Pengelolaan Pekarangan yang Efektif
Untuk memaksimalkan potensi pekarangan, berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan:
- Memilih jenis tanaman yang cocok dengan iklim dan kondisi lahan
- Menggunakan teknik budidaya yang ramah lingkungan
- Melakukan rotasi tanaman untuk menjaga kesuburan tanah
- Mengoptimalkan penggunaan air dan pupuk secara efisien
Contoh Kegiatan Praktis di Lapangan
Selama pelatihan, peserta diberikan kesempatan untuk belajar langsung di lapangan. Beberapa hal yang dipraktikkan antara lain:
- Cara membuat bedengan dan menanam benih secara optimal
- Teknik pemupukan organik dan pengendalian hama alami
- Perawatan tanaman yang sesuai dengan tahap pertumbuhannya
Dengan pengalaman langsung ini, peserta diharapkan mampu menerapkan ilmu yang didapat di pekarangan masing-masing.
Kesimpulan
Pelatihan ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pekarangan sebagai sumber pangan. Dengan peningkatan pengetahuan dan keterampilan, masyarakat dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarganya. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi dan kolaborasi antara berbagai pihak terkait.