Laba Bank Mandiri Melonjak 28,7% di November, Apa Penyebabnya?

admin.aiotrade 16 Des 2025 3 menit 13x dilihat
Laba Bank Mandiri Melonjak 28,7% di November, Apa Penyebabnya?

Kinerja Keuangan Bank Mandiri pada November 2025

PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp 5,26 triliun pada November 2025. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 28,7% dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Meskipun demikian, laba yang dicatatkan selama periode Januari-November 2025 sebesar Rp 44,15 triliun mengalami penurunan dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp 47,17 triliun.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyampaikan bahwa konsistensi kinerja ini merupakan hasil dari strategi pertumbuhan yang dijalankan secara disiplin dan terukur. “Bank Mandiri menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental,” ujarnya dalam siaran pers yang dikeluarkan pada Selasa (16/11).

Ia menegaskan bahwa arah kebijakan bisnis tetap berfokus pada pendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan. Menurut Novita, prospek ekonomi nasional yang tetap stabil menjadi peluang untuk mempertahankan kinerja yang solid.

“Target kami adalah menjaga pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga tetap berada pada level dua digit hingga akhir 2025, dengan kualitas aset yang terus terjaga,” katanya.

Novita menekankan bahwa perseroan akan tetap fokus pada bisnis jangka panjang. Ia optimis dapat mempertahankan kinerja yang solid hingga akhir tahun serta menyiapkan basis pertumbuhan yang sehat untuk periode berikutnya.

Penyebab Kenaikan Kinerja Laba

Kenaikan kinerja laba Bank Mandiri mendekati akhir tahun didorong oleh penyaluran kredit yang lebih ekspansif. Hal ini terjadi karena likuiditas yang lebih longgar, terutama setelah pemerintah menempatkan dana di perbankan. Penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh sebesar 13,1% secara tahunan menjadi Rp 1.452 triliun, di atas rata-rata pertumbuhan kredit industri.

Dana Pihak Ketiga (DPK) perseroan juga tumbuh lebih kencang, mencapai 15,9% secara tahunan menjadi Rp 1.584 triliun. Rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR) Bank Mandiri terjaga di kisaran 91%.

Pendapatan Bunga dan Beban Bunga

Pendapatan bunga pada periode Januari hingga November 2025 mencapai Rp 111,32 triliun, naik 9,4% dibandingkan periode yang sama di tahun lalu. Namun, beban bunga meningkat sebesar 21,64% menjadi Rp 40,32 triliun. Hal ini menyebabkan pendapatan bunga bersih secara keseluruhan hanya naik 3,5% menjadi Rp 70,99 triliun.

Kualitas Kredit yang Sehat

Bank Mandiri mencatatkan kualitas kredit yang sehat. Rasio Non Performing Loan (NPL) gross Bank Mandiri tercatat sebesar 0,99% per November 2025. Kualitas kredit ini juga didukung oleh tingkat pencadangan yang memadai, dengan coverage ratio mencapai sekitar 260%.

Perbaikan kualitas aset mendorong penurunan beban pencadangan sebesar 36% secara tahunan. Hal ini memberikan ruang bagi penguatan kinerja laba pada bulan lalu.

Penurunan Beban Pencadangan

Berdasarkan laporan publikasi bulanan Bank Mandiri, beban pencadangan atau impairment turun dari Rp 7,17 triliun pada Januari-November 2024 menjadi Rp 4,58 triliun pada Januari-November 2025. Penurunan ini mencerminkan peningkatan kualitas aset dan pengelolaan risiko yang baik oleh perseroan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan