Laba Bersih BRI Turun Jadi Rp 57,13 T: Tekanan Biaya dan NPL Meningkat

Laba Bersih BRI Turun 5,26% pada Tahun 2025

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencatatkan laba bersih tahun berjalan secara konsolidasian sebesar Rp 57,13 triliun sepanjang 2025. Angka ini mengalami penurunan sebesar 5,26% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp 60,30 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh meningkatnya biaya pencadangan atau impairment yang membengkak sebesar 20,8% menjadi Rp 46,09 triliun.

Pertumbuhan Kredit dan Pendapatan Bunga

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan oleh BRI, penyaluran kredit secara konsolidasian mencapai Rp 1.521 triliun pada tahun 2025. Angka ini tumbuh sebesar 11,98% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Selain itu, pendapatan bunga juga mengalami kenaikan sebesar 4,27%, dari Rp 199,26 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp 207,78 triliun pada tahun 2025. Beban bunga juga meningkat dari Rp 56,6 triliun menjadi Rp 57,24 triliun.

Pendapatan bunga bersih pun tercatat naik sebesar 5,5% menjadi Rp 150,5 triliun. Namun, margin bunga bersih atau net interest margin BRI turun dari 6,75% menjadi 6,54%.

Kualitas Kredit dan Dana Pihak Ketiga

Di sisi kualitas kredit, NPL gross BRI tercatat sebesar 3,29%, meningkat dari 2,94% pada tahun sebelumnya. Sedangkan NPL net berada di level 0,96% dari sebelumnya 0,75%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan risiko kredit yang harus diperhatikan oleh bank.

Dana pihak ketiga BRI tercatat sebesar Rp 1.466 triliun dengan komposisi CASA (Current Account and Savings Account) mencapai 70,61%. Ini menunjukkan bahwa BRI berhasil mempertahankan dana masyarakat dalam bentuk tabungan dan rekening giro yang stabil.

Tingkat Intermediasi dan LDR

Fungsi intermediasi BRI tercatat meningkat dengan loan to deposit ratio (LDR) sebesar 91,96%, dibandingkan dengan tingkat LDR pada tahun sebelumnya yang berada di level 89,39%. Angka ini menunjukkan bahwa BRI semakin efisien dalam mengalokasikan dana yang diterima dari masyarakat untuk memberikan kredit kepada nasabah.

Kesimpulan

Meskipun BRI mengalami penurunan laba bersih pada tahun 2025, pertumbuhan kredit dan peningkatan dana pihak ketiga menunjukkan bahwa bank ini masih memiliki fondasi yang kuat. Namun, perlu adanya pengelolaan risiko kredit yang lebih baik agar NPL dapat dikendalikan. Dengan peningkatan LDR, BRI menunjukkan kemampuan dalam menjalankan fungsi intermediasinya secara optimal.

Diskusi Pembaca

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Tambah Komentar
Email tidak akan dipublikasikan