Laba Bersih SeaBank Melonjak 40 Persen Jadi Rp 408,5 Miliar

admin.aiotrade 16 Nov 2025 2 menit 12x dilihat
Laba Bersih SeaBank Melonjak 40 Persen Jadi Rp 408,5 Miliar

Pertumbuhan Positif SeaBank di Kuartal Ketiga 2025

PT Bank Seabank Indonesia atau SeaBank berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 408,5 miliar pada kuartal ketiga tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 40 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp 292 miliar.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur Utama SeaBank Indonesia, Sasmaya Tuhuleley, menyatakan bahwa tren pertumbuhan positif ini tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap bank digital tersebut. Ia menjelaskan bahwa selain karena strategi bisnis yang tepat dan aman, pertumbuhan bisnis SeaBank juga didukung oleh semakin tingginya kepercayaan pelanggan. Hal ini disampaikan melalui pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Minggu, 16 November 2025.

Efisiensi Operasional Membantu Peningkatan Laba

Selain faktor kepercayaan nasabah, peningkatan laba juga didukung oleh efisiensi operasional bank. Hal ini terlihat dari rasio biaya terhadap pendapatan atau cost to income ratio (CIR) yang membaik menjadi 21,5 persen dari sebelumnya 25,8 persen. Rasio lain seperti likuiditas dan permodalan tetap stabil dan kuat, bahkan melebihi ketentuan regulator.

Perkembangan Aset dan Dana Pihak Ketiga

Hingga tanggal 30 September 2025, total aset SeaBank mencapai Rp 39,6 triliun, meningkat sebesar 20 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu. Tingkat pengembalian aset atau return on assets (ROA) juga tumbuh menjadi 1,9 persen.

Peningkatan aset terutama berasal dari beberapa skema, antara lain optimalisasi penyaluran kredit untuk pendanaan bersama atau joint financing, channeling dengan P2P (peer to peer) lending, serta pemberian pinjaman langsung atau direct lending.

Pertumbuhan Kredit dan Dana Pihak Ketiga

Kredit yang tercatat di SeaBank tumbuh sebesar 45 persen year on year (yoy) menjadi Rp 28,6 triliun. Rasio non-performing loan (NPL) terjaga di angka 1,9 persen. Sementara itu, total dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 30,5 triliun, naik 20 persen (yoy).

Berdasarkan rilis resmi SeaBank, kenaikan DPK disebabkan oleh pertumbuhan dalam bentuk giro korporasi dan tabungan ritel. Hal ini berdampak pada kenaikan rasio dana murah atau current account saving account (CASA) menjadi 68 persen dari 65 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Jumlah Transaksi Harian yang Menjanjikan

Hingga akhir September 2025, SeaBank telah melayani rata-rata 9 juta transaksi per hari dengan perputaran uang mencapai Rp 4,6 triliun. Angka ini menunjukkan tingkat aktivitas yang tinggi dan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Strategi yang Terbukti Efektif

Dengan kombinasi strategi bisnis yang tepat, efisiensi operasional, dan peningkatan kepercayaan nasabah, SeaBank berhasil mencatatkan pertumbuhan yang pesat. Tidak hanya dalam hal laba dan aset, tetapi juga dalam jumlah transaksi harian dan pertumbuhan dana pihak ketiga. Hal ini membuktikan bahwa SeaBank mampu menghadapi tantangan pasar sambil tetap menjaga stabilitas dan kualitas layanan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan