Laba GDST Tertekan Karena Harga Baja Turun

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 19x dilihat
Laba GDST Tertekan Karena Harga Baja Turun

Penurunan Kinerja GDST di Kuartal III/2025

PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk. (GDST), sebuah perusahaan produsen rolling mill plat baja, mencatatkan penurunan kinerja hingga kuartal III/2025. Hal ini terjadi akibat melemahnya harga baja secara global. Meski demikian, perseroan memiliki strategi untuk memperbaiki capaian pada tahun 2026 mendatang, yaitu dengan meningkatkan volume ekspor serta mengoptimalkan pabrik Plate Mill 2.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Direktur GDST, Hadi Sutjipto, menjelaskan bahwa perseroan membukukan laba dan penghasilan komprehensif sebesar Rp64,84 miliar hingga 30 September 2025 (unaudited), yang tercatat turun 4,93% year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu senilai Rp68,20 miliar. Penjualan bersih juga tercatat menurun 13,42% yoy menjadi Rp1,79 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp2,06 triliun per September 2024.

Hadi menjelaskan bahwa penurunan kinerja tersebut dipicu oleh koreksi harga baja internasional. Ia menegaskan bahwa secara kuantitas produksi sebenarnya meningkat. Namun, penurunan harga global sangat dominan karena Indonesia bukan price leader, melainkan price follower dari pasar baja internasional, khususnya terhadap China.

Pertumbuhan Ekspor yang Signifikan

Meski angka penjualan domestik tercatat turun menjadi Rp1,68 triliun, Hadi menjelaskan bahwa penjualan ekspor justru meningkat signifikan. Hingga September 2025, nilai transaksi ekspor tercatat mencapai Rp110,89 miliar, naik hampir 3,4 kali lipat bila dibandingkan Rp32,35 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Kontribusi ekspor terhadap total penjualan naik dari 1,57% pada kuartal III/2024 menjadi 6,20% pada kuartal III/2025.

Hadi juga menjelaskan bahwa pada Agustus dan Oktober 2025, GDST berhasil membukukan ekspor, masing-masing 8.000 ton ke Filipina dan 11.000 ton ke Korea Selatan. Sementara itu, realisasi ekspor sebanyak 13.000 ton pada 30 Oktober lalu belum tercatat dalam laporan per September 2025 sehingga angka kinerja berpotensi meningkat pada laporan tahunan.

“Jika ekspor Oktober masuk ke laporan akhir tahun, kinerja kemungkinan akan naik signifikan. Kami cukup optimistis target penjualan tahun ini dapat dikejar,” tegasnya.

Target Tahun Ini dan Strategi Tahun Depan

Dari sisi target yang dipatok pada 2025, Hadi menjelaskan bahwa perseroan menargetkan penjualan pada akhir 2025 mencapai Rp2,4 triliun, dengan proyeksi laba bersih sekitar 4% dari penjualan atau setara Rp96 miliar. Margin diperkirakan lebih rendah dibandingkan 2024, yang mencapai 9% akibat penurunan harga jual dan penguatan dolar AS.

Untuk tahun 2026, perseroan akan fokus pada penguatan pasar ekspor dan peningkatan pemanfaatan Plate Mill 2, terutama untuk produksi baja lembaran berukuran lebar di atas 2,5 meter, yang banyak digunakan untuk pembuatan kapal dan tangki bertekanan.

Strategi Peningkatan Produksi dan Ekspor

GDST telah merancang beberapa strategi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Salah satunya adalah optimalisasi pabrik Plate Mill 2, yang dirancang untuk memproduksi baja lembaran berukuran besar. Produksi ini sangat diminati di pasar ekspor, terutama untuk industri maritim dan manufaktur berat.

Selain itu, perseroan juga berencana memperluas pasar ekspor. Sejumlah negara seperti Filipina dan Korea Selatan telah menjadi pasar utama GDST. Perseroan juga sedang menjajaki peluang ekspor ke negara-negara lain, termasuk Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Peningkatan ekspor akan menjadi salah satu kunci utama dalam mencapai target penjualan tahun ini. GDST percaya bahwa dengan strategi yang tepat dan kolaborasi dengan mitra bisnis, perusahaan dapat mengatasi tantangan pasar global dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan