Laba Turun, Tapi Masih Menarik: BMRI & BBRI di Akhir 2025

admin.aiotrade 05 Okt 2025 3 menit 18x dilihat
Laba Turun, Tapi Masih Menarik: BMRI & BBRI di Akhir 2025
Laba Turun, Tapi Masih Menarik: BMRI & BBRI di Akhir 2025

Kinerja Bank Mandiri dan BRI di Paruh Pertama 2025

Di akhir tahun 2025, dua bank besar pelat merah, Bank Mandiri (BMRI) dan Bank BRI (BBRI), kembali menjadi perhatian para investor. Meski laba bersih keduanya mengalami penurunan, para analis tetap optimis bahwa inilah saat yang tepat untuk melihat peluang investasi.

Laba Bersih Turun, Tapi Masih Tangguh

Dari laporan keuangan semester pertama 2025, Bank BRI mencatat laba bersih sebesar Rp26,3 triliun, turun 11,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini bukan disebabkan oleh melemahnya bisnis, melainkan karena manajemen memilih untuk meningkatkan dana cadangan risiko kredit. Langkah ini dianggap wajar mengingat kondisi ekonomi yang masih fluktuatif. Namun, pendapatan bunga dan non-bunga dari Bank BRI tetap tumbuh, menunjukkan bahwa mesin bisnisnya masih kuat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sementara itu, Bank Mandiri mencatat laba bersih sekitar Rp30,7 triliun hingga Agustus 2025, turun sekitar 9% dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh naiknya biaya operasional, terutama di pos pegawai dan administrasi. Di sisi lain, margin bunga bersih (NIM) Bank Mandiri justru naik tajam hingga 5,2%, dan kredit tumbuh stabil di angka 11%. Jadi, meskipun laba menurun, performa dasarnya tetap solid.

Prediksi Kuartal IV-2025: Saatnya Bangkit Lagi?

Memasuki kuartal terakhir 2025, analis mulai melihat sinyal pemulihan. Menurut Ciptadana Sekuritas Asia dan Kiwoom Sekuritas, saham BMRI dan BBRI masih layak dikoleksi alias Buy. Alasannya adalah karena biaya kredit (CoC) diprediksi mulai turun, NIM cenderung stabil, dan likuiditas bank makin longgar berkat penurunan tren suku bunga. Ditambah lagi, efek window dressing di akhir tahun dan potensi dividen interim bisa menjadi pendorong positif harga saham.

Target harga untuk BMRI berada di kisaran Rp5.900 per saham, dengan potensi naik sekitar 34% dari harga sekarang. Sementara itu, BBRI dipatok di Rp4.900 per saham, berpotensi naik 23%. Lumayan kan buat yang cari cuan di penghujung tahun?

Tantangan Masih Ada, Tapi Peluang Lebih Besar

Tentu saja, tidak semua hal mulus. Tekanan biaya kredit dan beban operasional yang meningkat masih menjadi tantangan utama bagi kedua bank ini. Namun, di sisi lain, pertumbuhan kredit yang tetap stabil, kenaikan dana pihak ketiga, dan pendapatan non-bunga yang semakin beragam membuat pondasi mereka tetap kuat.

Khusus untuk BRI, potensi pertumbuhan di sektor UMKM masih menjadi senjata utama. Sedangkan Mandiri terus fokus pada memperluas layanan digital dan pembiayaan korporasi. Kombinasi ini membuat keduanya tetap menarik untuk jangka menengah hingga panjang.

Meski sedang menghadapi tekanan laba, BMRI dan BBRI tetap dipandang sebagai saham bank pelat merah paling prospektif di akhir 2025. Dengan fundamental yang kokoh, potensi kenaikan harga, dan momentum pasar yang mendukung, keduanya masih layak dilirik para investor yang mencari kestabilan sekaligus peluang keuntungan.


Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan