
Kericuhan dalam Pertandingan Sepak Bola Piala Gubernur 2025
Pertandingan sepak bola antar kabupaten dalam ajang Piala Gubernur 2025, yang berlangsung sebagai bagian dari perayaan HUT ke-356 Sulawesi Selatan (Sulsel), diwarnai kericuhan. Insiden ini terjadi saat laga antara tim Kabupaten Bulukumba melawan tim Kabupaten Pinrang.
Pertandingan tersebut digelar di Lapangan Syekh Yusuf Gowa, Jl Masjid Raya, Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, pada Minggu (19/10/2025). Kericuhan bermula ketika sejumlah penonton, diduga merupakan pendukung tim Pinrang, tiba-tiba masuk ke tengah lapangan. Mereka disebut berusaha mengejar wasit yang memimpin pertandingan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Mereka tidak menerima hasil pertandingan yang dimenangkan oleh tim Bulukumba dengan skor 3-0. Aparat TNI yang berjaga di lokasi langsung bertindak cepat untuk mengamankan situasi. Dua orang penonton yang diduga menjadi pemicu kericuhan langsung diamankan petugas untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Meski sempat terjadi kericuhan, pertandingan tetap dilanjutkan hingga peluit akhir dibunyikan. Namun, suasana sempat tegang di sekitar area lapangan akibat aksi protes dari sebagian penonton.
Ketua Panitia Piala Gubernur 2025, Erwin, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia menjelaskan bahwa kericuhan terjadi karena salah satu tim tidak puas dengan hasil pertandingan. Menurutnya, mereka menganggap wasit tidak netral.
“Kericuhan terjadi karena ada pihak yang tidak menerima hasil pertandingan,” katanya, Senin (20/10/2025). “Namun panitia bersama aparat keamanan langsung bertindak cepat sehingga situasi dapat dikendalikan,” sambung Erwin.
Erwin menambahkan bahwa dalam turnamen sepak bola Piala Gubernur 2025 ini diikuti 19 kabupaten dan kota di Sulsel. Saat ini kompetisi telah memasuki babak 16 besar. Panitia memutuskan mendiskualifikasi tim Kabupaten Pinrang karena dianggap sebagai penyebab kericuhan.
Menurut Erwin, sejauh ini sudah ada dua wasit yang diberhentikan dari hasil evaluasi. “Sejauh ini ada dua wasit kami berhentikan karena evaluasi. Namanya manusiawi, pasti di tengah lapangan wasit bertugas 1 jam lebih memimpin pertandingan, bisa saja ada hal-hal buruk. Tapi ini kan bagian dari sepak bola, tentu saja menjadi pembelajaran untuk semua,” jelasnya.
Ia berharap ajang pertandingan ini menjadi pembelajaran dan diharapkan peserta menjunjung sportifitas. “Harapannya 8 besar yang tersisa bisa menjaga kondusifitas. Ini kan gengsinya antar daerah. Ada 19 daerah dari pemerintah kabupaten kota yang mengirimkan utusannya untuk bertanding,” pungkasnya.
Faktor-faktor Penyebab Kericuhan
-
Tidak Puas dengan Hasil Pertandingan
Sebagian penonton merasa tidak puas dengan hasil pertandingan yang dimenangkan oleh tim Bulukumba. Mereka menilai wasit tidak netral dan tidak memberikan keadilan selama pertandingan. -
Peran Wasit yang Dianggap Tidak Netral
Wasit dianggap tidak objektif dalam memimpin pertandingan, yang memicu reaksi emosional dari para pendukung tim yang kalah. -
Kurangnya Pengawasan Aparat Keamanan
Meskipun aparat TNI hadir di lokasi, beberapa penonton masih berhasil masuk ke lapangan dan menyebabkan kericuhan.
Langkah yang Diambil Oleh Panitia
-
Mengamankan Pelaku Kericuhan
Dua orang penonton yang diduga menjadi pemicu kericuhan langsung diamankan oleh petugas untuk dimintai keterangan lebih lanjut. -
Mendiskualifikasi Tim Pinrang
Tim Kabupaten Pinrang dianggap sebagai penyebab kericuhan, sehingga panitia memutuskan untuk mendiskualifikasinya dari kompetisi. -
Evaluasi Wasit
Dua wasit telah diberhentikan setelah melalui evaluasi, karena dinilai tidak mampu menjaga keadilan selama pertandingan.