
Potensi Lahan Gambut dalam Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Lahan gambut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan iklim global. Menurut penelitian terbaru dari Universitas Murdoch, lahan gambut menyimpan lebih banyak karbon daripada yang ada di atmosfer secara alami. Namun, tekanan dari pertanian berbasis drainase mengancam keberlanjutan ekosistem ini. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan pengelolaan yang tepat, lahan gambut bisa menjadi solusi efektif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
"Kami memperkirakan bahwa setiap 10 cm kenaikan permukaan air di lahan gambut dapat mengurangi dampak pemanasan bersih yang setara dengan setidaknya tiga ton CO2 per hektare, per tahun," ujar Profesor Davey Jones dari Food Futures Institute, Universitas Murdoch, Australia.
Penelitian ini juga menyoroti pentingnya lahan gambut Eropa yang mencakup 51 juta hektare. Jika dikelola dengan baik, dampaknya akan sangat signifikan dalam upaya mengurangi emisi gas rumah kaca.
Fungsi dan Keberagaman Lahan Gambut
Lahan gambut adalah ekosistem lahan basah di mana keberadaan air yang konstan mencegah bahan tanaman terurai sepenuhnya. Ekosistem ini sangat penting untuk melestarikan keanekaragaman hayati global, menyediakan air minum yang aman, meminimalkan risiko banjir, dan membantu mengatasi perubahan iklim.
Lahan gambut menyimpan lebih banyak karbon daripada semua jenis vegetasi lain di dunia jika digabungkan. Namun, tantangan untuk mengurangi emisi dari tanah organik tidak bisa diabaikan. Jika dikelola dengan benar, lahan gambut dapat menjadi penyerap karbon yang efektif.
Strategi Pengelolaan Lahan Gambut
Sebagian besar studi tentang pengelolaan lahan gambut untuk mitigasi iklim telah berfokus pada pemulihan lahan gambut menjadi sistem lahan basah yang fungsional. Meskipun perubahan ini akan menciptakan penyerap karbon yang signifikan, hilangnya pendapatan ekonomi telah menghambat implementasi skala besar.
Penelitian ini menyajikan jalan berkelanjutan ke depan di mana pembasahan sebagian mengurangi emisi. Jika pembasahan lebih lanjut dimungkinkan, efek pendinginan bersih akan terus terjadi hingga kedalaman muka air tanah berada dalam jarak 10 cm dari permukaan gambut.
Langkah Mitigasi di Lahan Gambut Pertanian
"Hasil riset kami menunjukkan pengembangan langkah-langkah mitigasi yang sesuai secara lokal di lahan gambut pertanian dapat menghasilkan pengurangan emisi yang substansial. Dan itu benar-benar perlu dilakukan sekarang," kata Profesor Jones.
Ia menekankan pentingnya meningkatkan permukaan air secara cepat untuk menghindari oksidasi lebih lanjut pada lahan gambut dan mencapai emisi nol bersih dalam jangka waktu 30 tahun setelah Perjanjian Paris.
Pengembangan Tanaman Tahan Air
Pengembangan tanaman yang tahan air dan layak secara ekonomi yang cocok untuk budidaya di daerah lahan gambut juga harus menjadi prioritas utama agar pertanian dapat terus berlanjut secara berkelanjutan di daerah-daerah ini.
Penelitian ini mengukur emisi CO2 di 16 lokasi lahan gambut di seluruh Inggris Raya dan Irlandia. Lokasi-lokasi ini mencakup jenis-jenis lahan gambut beriklim sedang utama dan beragam penggunaan lahan, mulai dari lahan basah yang hampir alami dan yang telah dipugar hingga padang rumput dan lahan pertanian yang luas dan intensif.