Laju Kenaikan Harga Emas Tertahan, Pasar Tunggu Data Ekonomi Usai Shutdown AS

admin.aiotrade 12 Nov 2025 3 menit 14x dilihat
Laju Kenaikan Harga Emas Tertahan, Pasar Tunggu Data Ekonomi Usai Shutdown AS


aiotrade, JAKARTA — Harga emas mengalami fluktuasi setelah sebelumnya mencatatkan kenaikan selama tiga hari berturut-turut. Pergerakan ini terjadi karena para pelaku pasar sedang menantikan rilis data ekonomi setelah pemerintah AS kembali beroperasi pasca penutupan (shutdown) terpanjang dalam sejarah.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot turun 0,5% menjadi US$4.104,45 per troy ons pada pukul 13.43 waktu Singapura, Rabu (12/11/2025). Meski mengalami penurunan, harga emas masih berada di level yang relatif tinggi dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Adapun, data ketenagakerjaan swasta terbaru di AS menunjukkan tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam. Hal ini meningkatkan kemungkinan pemangkasan suku bunga lebih lanjut oleh Bank Sentral AS (The Fed). Namun, pasar juga memperhatikan situasi terkini mengenai shutdown AS yang telah berlangsung lebih dari 40 hari dan tampaknya akan segera berakhir. Tanda-tandanya sudah terlihat setelah Senat AS menyetujui paket pengeluaran sementara yang didukung oleh delapan senator Demokrat moderat.

Dengan demikian, pembukaan kembali pemerintahan di AS kini bergantung pada DPR AS yang dikuasai Partai Republik. Mereka berencana kembali ke Washington hari ini untuk mempertimbangkan proposal tersebut. Proses ini menjadi penting karena dampak dari shutdown yang panjang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi AS secara keseluruhan.

Lebih lanjut, gerak harga emas belakangan ini sudah turun dari rekor tertingginya yang dicapai bulan lalu ketika tembus US$4.380 per troy ons. Penurunan harga logam mulia saat ini disebabkan oleh investor yang mengambil untung setelah reli tajam yang dianggap terlalu cepat dan berlebihan.

Namun, kenaikan harga emas yang sudah lebih dari 55% sepanjang tahun ini masih berada di jalur untuk mencatat kinerja tahunan terbaik sejak 1979. Hal ini didorong oleh sejumlah faktor termasuk peningkatan pembelian oleh bank sentral.

Hebe Chan, Analis Vantage Markets di Melbourne, mengatakan bahwa kenaikan harga emas baru-baru ini di atas US$4.100 mencerminkan keresahan yang lebih dalam di balik optimisme umum terhadap pembukaan kembali pemerintahan AS. "Dampak berkepanjangan dari penutupan pemerintahan terpanjang dalam sejarah AS kemungkinan meninggalkan jejak yang kuat, menjaga permintaan aset lindung nilai seperti emas tetap tinggi meskipun suasana pasar global cenderung positif," ujarnya, seperti dikutip Bloomberg pada Rabu (12/11/2025).

Charu Chanana, Kepala Strategi Investasi di Saxo Markets di Singapura, menambahkan bahwa emas kemungkinan akan mengalami konsolidasi lebih lanjut sebelum kembali menguat pada tahun 2026. "Kita mungkin akan melihat pergeseran aliran dana di pasar saham AS, dari aset yang sudah jenuh beli seperti emas dan saham-saham terkait AI, menuju sektor-sektor yang sebelumnya kurang diminati," tambahnya.


Disarankan untuk terus memantau perkembangan ekonomi global dan kebijakan moneter yang bisa memengaruhi harga emas. Investor perlu memperhatikan faktor-faktor yang memengaruhi pasar, seperti data ekonomi, politik, dan kondisi pasar keuangan. Dengan informasi yang cukup, investor dapat membuat keputusan investasi yang lebih tepat dan bijaksana.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan