Laju saham properti diproyeksikan terus naik, ini saham pilihan analis

admin.aiotrade 30 Des 2025 3 menit 21x dilihat
Laju saham properti diproyeksikan terus naik, ini saham pilihan analis

Jakarta

Kinerja saham emiten sektor properti mengalami kenaikan signifikan sepanjang tahun 2025. Indeks IDX Properties & Real Estate di Bursa Efek Indonesia (BEI) melonjak 54,41% secara year to date (ytd) hingga Senin (29/12/2025). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang hanya mencapai 22,1%.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut Senior Analyst Kiwoom Sekuritas, Sukarno Alatas, kenaikan tersebut terutama didorong oleh kebijakan pelonggaran moneter Bank Indonesia. Kebijakan ini memicu penurunan suku bunga acuan hingga lima kali sepanjang tahun 2025, yaitu menjadi 4,75%. Penurunan suku bunga ini berdampak pada menurunnya biaya dana (cost of fund), meningkatkan minat kredit pemilikan rumah (KPR), dan mendorong rotasi dana ke saham-saham berbeta tinggi di sektor properti.

“Kondisi ini diperkuat oleh sentimen restrukturisasi utang, proyek baru, serta aksi korporasi, meskipun belum sepenuhnya tercermin pada pertumbuhan laba perusahaan,” ujar Sukarno.

Beberapa saham properti menjadi top gainers tahun ini. Contohnya, saham PT Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) melonjak hingga 2.120%, disusul PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) yang naik 1.707,02% sejak awal tahun. Emiten dengan kapitalisasi pasar besar juga mencatat penguatan signifikan.

Namun, Sukarno menekankan bahwa sebagian kenaikan harga saham tersebut masih didorong oleh momentum dan spekulasi, terutama pada emiten yang memiliki free float kecil dan likuiditas rendah. “Mayoritas valuasi saham properti sudah berada di atas fundamentalnya, sementara saham kapitalisasi besar masih bergerak lebih rasional,” katanya.

Analis Indo Premier Sekuritas (IPOT), David Kurniawan, menilai tren suku bunga rendah turut mengangkat ekspektasi pemulihan penjualan properti. Selain itu, rotasi dana dari sektor yang sudah mahal ke saham properti yang sebelumnya tertinggal memberi dorongan tambahan.

Prospek 2026 Masih Positif

Meski demikian, kenaikan indeks belum sepenuhnya menggambarkan fundamental seluruh emiten. Saham-saham berkapitalisasi kecil yang melesat terlalu tinggi turut mengerek indeks meski valuasinya sudah mahal. Di sisi lain, saham properti besar dinilai bergerak lebih sehat karena ditopang prospek penjualan dan kondisi keuangan yang kuat.

David memproyeksikan, sektor properti masih memiliki prospek cerah pada 2026, meski reli tidak akan sekencang tahun ini. Potensi lanjutan pemangkasan suku bunga serta insentif pemerintah diyakini menjadi pendorong. Walau begitu, risiko masih membayangi, terutama pemulihan daya beli yang belum sepenuhnya kuat.

“Emiten yang memiliki proyek berjalan dan penjualan stabil berpotensi menjadi penopang indeks pada 2026. Namun saham spekulatif rawan terkoreksi jika kinerjanya tidak mampu mengejar kenaikan harga,” jelasnya.

Ia pun menyarankan strategi akumulasi bertahap, terutama saat harga mengalami koreksi.

Sementara itu, Sukarno merekomendasikan beberapa saham seperti BSDE, PWON, CTRA, dan SMRA dengan target harga masing-masing Rp 1.100–Rp 1.150, Rp 400–Rp 420, Rp 1.000–Rp 1.100, dan Rp 450–Rp 480 per saham.

BSDE Chart
by TradingView

Ia menilai sektor properti masih berpeluang tumbuh tahun depan, seiring suku bunga rendah yang berlanjut, potensi insentif pemerintah, serta pemulihan pendapatan prapenjualan atau marketing sales.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan