Lalu lintas kapal di Selat Hormuz hampir sepenuhnya terhenti. Baik Iran maupun Amerika Serikat tidak menunjukkan tanda-tanda akan melonggarkan blokade maritim mereka. Perundingan perdamaian antara kedua negara juga kembali mandek setelah Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana kunjungan utusan utamanya ke Islamabad, Pakistan.
Trump menyatakan bahwa Iran telah menawarkan banyak hal, tetapi belum cukup untuk mengakhiri ketegangan. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya tidak akan masuk dalam negosiasi yang dipaksakan dengan ancaman atau blokade. "Kepercayaan tidak akan dibangun kembali tanpa mengakhiri tindakan permusuhan," ujarnya.
Hingga Minggu pagi, hanya satu kapal kargo kecil yang terlihat meninggalkan Teluk Persia melalui Selat Hormuz, menurut data pelacakan kapal yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Sebuah kapal tanker kecil pengangkut bahan kimia dan produk minyak adalah satu-satunya yang terlihat berlayar ke arah sebaliknya. Jalur air tersebut sebagian besar kosong sejak kapal-kapal perang Iran menembaki kapal-kapal dan militer AS mencegat kapal-kapal Teheran dalam seminggu terakhir.
Iran terus mengisi kapal tanker super dengan jutaan barel minyak mentah, meskipun masih tidak mampu mengirimkannya. Citra satelit dari Minggu pagi menunjukkan dua kapal pengangkut minyak mentah berukuran sangat besar berlabuh di terminal Pulau Kharg dan setidaknya 19 kapal lain berlabuh di dekatnya.
Kapal-kapal tersebut tampaknya berkumpul di lepas pantai Kharg, sementara kelompok lain berkumpul di dekat Chabahar, dekat perbatasan dengan Pakistan, karena Angkatan Laut AS mencegah kapal-kapal yang terkait dengan Iran untuk keluar dari Teluk Oman. Pasukan Amerika mencegat M/V Sevan yang dikenai sanksi di Laut Arab pada Sabtu, insiden terbaru setelah kapal-kapal lain diputar balik minggu lalu sementara setidaknya dua kapal lainnya diperiksa di Asia.
AS telah meningkatkan tekanan dengan menjatuhkan sanksi kepada Hengli Petrochemical (Dalian) Refinery Co., salah satu perusahaan penyulingan minyak swasta terbesar di China, dengan alasan pembeliannya dari Iran. Langkah ini mencerminkan upaya yang lebih luas untuk mengisolasi pembeli minyak Iran. China telah menjadi importir utama.
Pergerakan Kapal Kapal-kapal yang terlihat meninggalkan Teluk Persia sejak Sabtu pagi terbatas pada tiga kapal tanker minyak kecil, satu kapal tanker LPG kecil, dua kapal pengangkut barang curah, dan dua kapal kargo pesisir kecil. Dua dari kapal tanker tersebut, yang keduanya melintas pada hari Sabtu, dikenai sanksi oleh AS dan sekarang berlabuh di lepas pantai Oman dekat Shinas. Kapal ketiga, sebuah kapal pengangkut produk kecil, meninggalkan Dubai pada hari Kamis dan terakhir terlihat keluar dari selat pada Minggu pagi. Tujuannya tidak jelas.
Sinyal pelacakan menunjukkan kapal tanker LPG tersebut meninggalkan pelabuhan Umm Qasr di Irak pada pertengahan April dan kini juga berlabuh di lepas pantai Oman. Salah satu kapal pengangkut barang curah mengikuti rute yang serupa. Kapal pengangkut curah lainnya menyusuri garis pantai Iran, menuju ke timur melalui Teluk Oman.