
Kuningan Jadi Daerah dengan Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi di Pulau Jawa
Kabupaten Kuningan, yang kini dipimpin oleh Bupati H. Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Hj. Tuti Andriani sejak tanggal 20 Februari 2025, telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang luar biasa. Hal ini menjadikannya sebagai salah satu daerah yang menarik perhatian pemerintah pusat maupun provinsi.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kuartal II (Q2) Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kuningan mencapai angka 10,41% (Y-o-Y). Angka ini membuat Kuningan menjadi daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Pulau Jawa dan Provinsi Jawa Barat. Capaian ini memperlihatkan bahwa Kuningan mampu melampaui kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung, serta daerah industri lainnya.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pertumbuhan ekonomi yang mencapai double digit tersebut jauh di atas rata-rata Jawa Barat yang hanya 5,2%. Bahkan, Kuningan berhasil mengungguli Kabupaten Majalengka dengan pertumbuhan 9,01% dan Kabupaten Cirebon dengan pertumbuhan 7,01%.
Apresiasi dari Menteri Dalam Negeri dan Sekda Jabar
Kinerja gemilang Kuningan tidak hanya mendapat apresiasi dari tingkat lokal, tetapi juga dari pemerintah pusat. Menteri Dalam Negeri sebelumnya, Tito Karnavian, secara terbuka menyebutkan bahwa Kuningan adalah daerah dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di Pulau Jawa dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Inflasi pada Oktober 2025.
Kementerian Dalam Negeri menekankan bahwa struktur ekonomi Kuningan semakin solid dan tangguh dalam menghadapi dinamika ekonomi nasional maupun global. Dengan kebijakan fiskal yang efektif dan percepatan belanja publik, tren positif ini diyakini akan terus berlanjut hingga akhir tahun.
Sekda Jabar, Herman Suryatman, juga memberikan apresiasi serupa. Ia menyebutkan bahwa capaian 10,41% merupakan indikasi bahwa pengeluaran pemerintah daerah berjalan baik dan iklim investasi sangat sehat. "Kabupaten Kuningan menunjukkan kinerja terbaik dalam pertumbuhan ekonomi. Itu berarti pengeluaran pemerintahnya bagus, investasi juga bagus," ujarnya.
PDRB Rakyat Jadi Kunci Kemenangan Kuningan
Sekda Kuningan, Uu Kusmana, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi sebesar 10,41% adalah bukti transformasi ekonomi yang tidak bergantung pada industri berat. Kuningan membuktikan bahwa daerah berbasis pertanian dan UMKM mampu menjadi pusat akselerasi ekonomi baru.
Keberhasilan Kuningan tidak terlepas dari kombinasi faktor kuat dari sisi pengeluaran. Berikut beberapa faktor utama yang turut berkontribusi:
- Konsumsi Rumah Tangga (RT): Konsumsi RT menjadi motor utama pertumbuhan. Data menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Kuningan sangat kokoh. Pada Triwulan II, konsumsi rumah tangga tumbuh solid, didorong oleh perputaran aktivitas perdagangan dan stabilisasi harga pangan.
- Investasi yang Menggeliat: Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) menunjukkan peningkatan signifikan. Tren ini menandakan meningkatnya kepercayaan pelaku usaha dan investor terhadap prospek daerah yang kini memiliki track record pertumbuhan dua digit.
- Transformasi Ekonomi: Pertumbuhan ekonomi tertinggi Kuningan di Pulau Jawa ini ditopang oleh sektor-sektor berbasis kerakyatan dan sumber daya lokal. Lima sektor utama yang menjadi kontributor kunci meliputi:
- Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan: Sektor primer ini tetap menjadi penyokong terbesar PDRB Kuningan. Penguatan produktivitas hortikultura dan modernisasi teknologi telah meningkatkan nilai tambah signifikan.
- Perdagangan Besar dan Eceran: Didorong oleh tingginya pergerakan wisatawan dan aktivitas ekonomi lokal, sektor ini mencatatkan kenaikan omzet yang stabil.
- Konstruksi: Pembangunan infrastruktur strategis, termasuk konektivitas antar-kecamatan dan revitalisasi ruang publik, menciptakan efek pengganda (multiplier effect) yang kuat.
- Industri Pengolahan: Pertumbuhan signifikan terjadi pada industri kecil–menengah (IKM), terutama pengolahan pangan dan produk kreatif.
- Informasi dan Komunikasi: Sektor ini tumbuh pesat, seiring digitalisasi layanan publik dan UMKM yang kian masif.
Kepala Daerah Menyampaikan Apresiasi
Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh komponen masyarakat. Ia menyatakan bahwa Kuningan telah memasuki fase pertumbuhan cepat. Hal ini membuktikan bahwa kombinasi pertanian kuat, UMKM aktif, dan pariwisata hidup mampu menghasilkan pertumbuhan setinggi 10,41%.
Pemda Kuningan berkomitmen memastikan pertumbuhan ekonomi harus berdampak pada penurunan kemiskinan, meningkatkan lapangan kerja, memperkuat akses pendidikan dan kesehatan serta memperluas peluang ekonomi di semua kecamatan. "Pertumbuhan ekonomi setinggi 10,41% merupakan capaian luar biasa. Bila dikelola dengan baik, dampaknya bisa sangat luas," katanya.