Realisasi Investasi Tahun 2025 Capai Rp1.931,2 Triliun
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) melaporkan bahwa realisasi investasi sepanjang tahun 2025 mencapai angka Rp1.931,2 triliun. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 12,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa capaian tersebut telah melampaui target yang ditetapkan untuk tahun 2025. Secara persentase, realisasi investasi mencapai 101,3 persen dari target sebesar Rp1.905,6 triliun.
"Alhamdulillah, target realisasi investasi sebesar Rp1.905,6 triliun tercapai, bahkan melampaui target yang telah dicanangkan," ujar Rosan dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kementerian Investasi, Kamis (15/1/2026).
Serapan Tenaga Kerja Mencapai 2.710.532 Orang
Dari capaian tersebut, realisasi investasi mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 2.710.532 orang. Adapun realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebesar Rp900,9 triliun atau 46,6 persen dari total realisasi investasi tahun 2025. Angka ini tumbuh 0,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
"Di tengah tantangan global yang penuh ketidakpastian, alhamdulillah investasi yang masuk ke Indonesia tetap terjaga, baik dari dalam maupun luar negeri," kata Rosan.

Realisasi PMDN Mencapai Rp1.030 Triliun
Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp1.030,3 triliun atau 53,4 persen dari total realisasi investasi sepanjang 2025. Realisasi PMDN tumbuh 26,6 persen dibandingkan periode yang sama 2024.
"Kami melihat, ke depan angka ini masih berpotensi meningkat lebih besar lagi, salah satunya karena faktor Danantara," tutur Rosan.

Tahun Lalu Disebut Sebagai Periode Penuh Tantangan
Rosan mengakui bahwa tahun 2025 bukanlah tahun yang mudah. Kondisi perekonomian global masih diwarnai ketidakpastian, ketegangan geopolitik, serta fragmentasi perdagangan internasional.
Di dalam negeri, pada November 2025 juga terjadi bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Meski demikian, pemerintah tetap hadir dan berupaya menjaga optimisme agar berbagai tantangan dapat dihadapi dengan baik.
"Yang paling penting, capaian ini membuktikan Indonesia mampu menjaga kepercayaan investor dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional," katanya.

Investasi di Jawa Capai Rp940 Triliun
Secara spasial, realisasi investasi di Pulau Jawa mencapai Rp940 triliun atau 48,7 persen dari total investasi, dengan pertumbuhan 14,8 persen secara tahunan.
"Sementara itu, realisasi investasi di luar Pulau Jawa tercatat sebesar Rp991,2 triliun atau 51,3 persen, tumbuh 10,7 persen dibandingkan periode yang sama 2024," tegasnya.
Adapun lima sektor terbesar realisasi investasi gabungan PMA dan PMDN meliputi industri logam dasar, barang bukan logam, serta mesin dan peralatannya senilai Rp262 triliun; sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi sebesar Rp211 triliun; pertambangan senilai Rp199,6 triliun; jasa lainnya sebesar Rp170,5 triliun; serta sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran senilai Rp140,4 triliun.

Investasi Berpotensi Terus Berkembang
Rosan menekankan bahwa keberhasilan ini menjadi indikasi bahwa Indonesia mampu mempertahankan daya tarik bagi para investor. Ia menilai bahwa faktor-faktor seperti Danantara akan menjadi katalis untuk pertumbuhan investasi berkualitas di masa depan.
Diskusi Pembaca
Belum ada komentar
Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!
Tambah Komentar