
Pertumbuhan Ekonomi Lampung yang Menjanjikan
Perekonomian Provinsi Lampung terus menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan sebesar 5,04 persen pada Triwulan III 2025 secara tahunan (year-on-year). Angka ini menjadikannya provinsi dengan laju pertumbuhan tertinggi ketiga di Sumatera. Data tersebut dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung dan mencerminkan pemulihan ekonomi yang kuat dan berkesinambungan.
Kepala BPS Lampung, Dr. Ahmadriswan Nasution, menyebutkan bahwa Lampung memberikan kontribusi sebesar 10,13 persen terhadap total perekonomian Sumatera. Sementara itu, pertumbuhan triwulanan (quarter-to-quarter) tercatat sebesar 0,69 persen. “Pertumbuhan ini menunjukkan berbagai sektor ekonomi Lampung bergerak positif dan semakin solid,” ujar Ahmadriswan.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Sektor Primer sebagai Motor Utama Pertumbuhan
Sektor primer, terutama Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan, menjadi motor utama pertumbuhan. Kenaikan produksi tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan menjadi faktor penopang utama. Sementara itu, sektor industri pengolahan, khususnya makanan dan minuman, meningkat berkat ekspor yang tumbuh serta penjualan listrik industri yang lebih tinggi.
Investasi di Lampung juga mencatat lonjakan signifikan. Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp3,57 triliun atau naik 239,52 persen dibanding periode sama tahun lalu. Penanaman Modal Asing (PMA) juga tumbuh 10,14 persen menjadi 54,3 juta dolar AS. Aktivitas perdagangan luar negeri mendukung pertumbuhan ekonomi, dengan ekspor senilai 1,78 miliar dolar AS naik 16,04 persen dan impor 445,83 juta dolar AS naik 13,16 persen. Inflasi September 2025 tercatat stabil di angka 1,17 persen (year-on-year).
Sektor Pertanian Tetap Dominan
Kepala Bappeda Lampung, Dr. Anang Risgiyanto, menekankan bahwa secara kumulatif Triwulan I–III 2025, perekonomian Lampung tumbuh 5,19 persen, meningkat dari 4,33 persen tahun sebelumnya. Sektor pertanian tetap menjadi penyumbang terbesar PDRB, yakni 28,38 persen dengan pertumbuhan 7,74 persen, didorong produksi hortikultura dan perkebunan yang meningkat. Sektor akomodasi dan makanan minum tumbuh 7,35 persen, sektor konstruksi 6,96 persen, dan administrasi pemerintahan 5,36 persen.
Mobilitas masyarakat menunjukkan tren positif, dengan kenaikan jumlah penumpang di transportasi darat, kereta api, penyeberangan, hingga penerbangan. Aktivitas pariwisata juga mencatat lonjakan signifikan, jumlah wisatawan nusantara naik 58,13 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Tantangan dan Stabilitas Ekonomi
Meski beberapa sektor mengalami tekanan, seperti listrik dan gas serta pertambangan yang turun akibat efisiensi produksi dan penurunan ekspor mineral mentah, struktur ekonomi Lampung tetap kokoh. Kontribusi utama datang dari pertanian, industri pengolahan (19,44 persen), perdagangan (13,91 persen), dan konstruksi (9,06 persen). Rantai nilai agroindustri menjadi kekuatan utama, mulai dari hulu pertanian hingga produk olahan ekspor.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didorong investasi (PMTB) naik 6,05 persen, ekspor barang dan jasa 5,33 persen, didukung komoditas unggulan seperti kopi, singkong, CPO, ayam, dan produk olahan. Konsumsi rumah tangga tumbuh stabil 4,94 persen. Kenaikan impor 7,52 persen dinilai positif untuk bahan baku industri, tetapi perlu diantisipasi agar tidak menurunkan kapasitas produksi dalam negeri.
Strategi Pembangunan Ke Depan
Ke depan, Pemprov Lampung fokus memperkuat hilirisasi pertanian, mengembangkan komoditas unggulan, mendorong industri pengolahan dan UMKM agro, memperkuat pariwisata berbasis komunitas, menjaga daya beli masyarakat melalui stabilisasi harga pangan, dan mempercepat pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan produksi, pelabuhan agro, serta cold storage untuk logistik.
Secara keseluruhan, Triwulan III 2025 menegaskan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi stabil, inklusif, dan berkelanjutan. Sektor pertanian dan agroindustri tetap menjadi tulang punggung, didukung investasi, ekspor, dan mobilitas masyarakat. Pemerintah berkomitmen menjaga momentum ini agar Lampung tetap berdaya saing di tingkat nasional dan regional.
Pertumbuhan ekonomi Lampung yang solid ini bukan hanya angka statistik, tetapi cerminan strategi pembangunan yang tepat dan keberhasilan sinergi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mendorong ekonomi daerah ke arah yang lebih tangguh dan modern.