Lampung Tumbuh Ekonomi 5,04% di Triwulan III 2025, Masuk Daftar Terbesar Sumatera

admin.aiotrade 07 Nov 2025 3 menit 22x dilihat
Lampung Tumbuh Ekonomi 5,04% di Triwulan III 2025, Masuk Daftar Terbesar Sumatera
Lampung Tumbuh Ekonomi 5,04% di Triwulan III 2025, Masuk Daftar Terbesar Sumatera

Pertumbuhan Ekonomi Lampung yang Menggembirakan

Provinsi Lampung kembali mencatatkan capaian ekonomi yang menggembirakan. Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulan III 2025 tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan (year-on-year), menempatkan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan tertinggi di Pulau Sumatera. Secara kumulatif Triwulan I–III 2025, pertumbuhan ekonomi Lampung bahkan mencapai 5,19 persen, meningkat dibandingkan 4,33 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Kepala BPS Lampung, Dr. Ahmadriswan Nasution, menekankan bahwa pertumbuhan ini menunjukkan momentum pemulihan ekonomi yang kuat dan berkesinambungan. Lampung kini menyumbang 10,13 persen terhadap total perekonomian Sumatera. Secara triwulanan (quarter-to-quarter), ekonomi daerah tumbuh 0,69 persen, mencerminkan stabilitas ekonomi di tengah dinamika global.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Sektor Utama yang Mendorong Pertumbuhan

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi motor utama pertumbuhan dengan kontribusi terbesar terhadap PDRB Lampung, yakni 28,38 persen. Kenaikan produksi tanaman pangan, perkebunan, peternakan, dan perikanan menjadi faktor penggerak. Sektor industri pengolahan, terutama makanan dan minuman, juga mengalami peningkatan berkat ekspor yang melaju dan bertambahnya volume penjualan listrik di industri.

Investasi di Lampung mencatat lonjakan signifikan. Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp3,57 triliun, meningkat 239,52 persen dibanding tahun sebelumnya, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat 54,3 juta dolar AS atau naik 10,14 persen. Aktivitas perdagangan luar negeri juga menguat, dengan nilai ekspor 1,78 miliar dolar AS (naik 16,04 persen) dan impor 445,83 juta dolar AS (naik 13,16 persen). Inflasi tetap terkendali dengan tingkat 1,17 persen pada September 2025.

Kontribusi Positif dari Sektor Pariwisata

Pertumbuhan sektor pariwisata dan mobilitas masyarakat juga memberikan kontribusi positif. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara meningkat 58,13 persen, sementara transportasi kereta api, angkutan darat, penyeberangan, dan penerbangan menunjukkan tren kenaikan penumpang. Hal ini berimbas pada sektor akomodasi dan makanan minuman yang tumbuh 7,35 persen.

Kepala Bappeda Lampung, Dr. Anang Risgiyanto, menambahkan bahwa sektor konstruksi tumbuh 6,96 persen karena tingginya investasi dan percepatan pembangunan infrastruktur, sementara administrasi pemerintahan naik 5,36 persen seiring realisasi belanja publik. Beberapa sektor mengalami tekanan, seperti listrik dan gas serta pertambangan, akibat efisiensi produksi dan menurunnya ekspor mineral mentah. Meski demikian, struktur ekonomi Lampung tetap kokoh, dengan pertanian, industri pengolahan, perdagangan, dan konstruksi menjadi tulang punggung.

Faktor Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didorong oleh investasi (PMTB) yang naik 6,05 persen dan ekspor barang dan jasa yang tumbuh 5,33 persen. Konsumsi rumah tangga stabil di 4,94 persen meski ada tekanan dari harga pangan dan energi, sementara impor naik 7,52 persen untuk mendukung bahan baku industri.

Strategi Pemerintah dalam Meningkatkan Daya Saing

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan akan terus memperkuat hilirisasi pertanian dan agroindustri, fokus pada komoditas unggulan seperti kopi, singkong, jagung, dan produk peternakan. Pengembangan UMKM agro, pariwisata berbasis komunitas, penataan destinasi wisata, percepatan pembangunan infrastruktur strategis, serta stabilisasi harga pangan menjadi prioritas.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Lampung menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang stabil, inklusif, dan berkelanjutan. Kombinasi kekuatan sektor pertanian, industri pengolahan, investasi, dan ekspor menjadi fondasi untuk menjadikan Lampung sebagai salah satu provinsi dengan daya saing tinggi di tingkat nasional, sekaligus sebagai contoh pemulihan ekonomi yang merata di Sumatera. Pertumbuhan 5,04 persen ini menegaskan bahwa Lampung tidak hanya bertumbuh, tetapi siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi strategis di Pulau Sumatera.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan