
PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) memberikan penjelasan terkait rencana akuisisi saham oleh Rahayu Saraswati Dhirakanya Djojohadikusumo, keponakan Presiden Prabowo Subianto. Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra, menjelaskan bahwa sesuai perjanjian kerja sama, pada tahap awal TRIN akan melakukan pengalihan saham sebesar 5% kepada Rahayu. Perjanjian tersebut ditandatangani pada 2 Desember 2025.
Pada tahap berikutnya, mengenai rencana penambahan kepemilikan hingga 20%, akan dilakukan sesuai mekanisme dan waktu yang diatur dalam perjanjian serta akan disampaikan oleh perseroan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Performa susunan pemegang saham setelah selesainya pengalihan saham kepada Rahayu akan mencerminkan perubahan kepemilikan sebesar 5% pada tahap awal.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Adapun komposisi pemegang saham lainnya pada prinsipnya tetap mengikuti struktur pemegang saham perseroan yang berlaku saat ini, tanpa mengubah pengendalian perseroan. “Susunan lengkap pemegang saham akan disampaikan perseroan apabila proses pengalihan saham telah selesai dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya dalam keterbukaan informasi, Selasa (9/12/2025).
Referensi harga transaksi yang dipakai adalah harga rata-rata saham perseroan periode 1-24 Oktober 2025 yang kepastian harganya sedang dalam tahap finalisasi. “Perseroan akan segera menyampaikan informasi mengenai harga transaksi apabila proses pengalihan saham tersebut telah terlaksana sesuai ketentuan yang berlaku,” ungkapnya.
Hingga saat ini, Ishak menegaskan, tidak terdapat perubahan pengendalian atas perseroan. Pengendali TRIN tetap berada pada pemegang saham utama, yaitu PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III). “Transaksi itu tak mengubah struktur pengendalian TRIN,” katanya.
Di sisi lain, transaksi itu tak menjadikan TRIN berada dalam satu grup perusahaan dengan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), tapi perusahaan akan menjadi satu ekosistem dengan semua perusahaan di bawah Rahayu dan keluarga Djojohadikusumo di kemudian hari. Kerja sama yang dilakukan antara Rahayu dan TRIN bersifat investasi dan kemitraan strategis, sehingga tidak mengubah struktur pengendalian maupun mengakibatkan penggabungan grup usaha secara langsung dengan perusahaan-perusahaan yang dikendalikan oleh keluarga Djojohadikusumo.
Lebih lanjut, Ishak bilang, arah pengembangan bisnis TRIN ke depan difokuskan pada penguatan visi dan optimalisasi potensi yang dimiliki oleh tim perseroan dan Rahayu, serta percepatan pelaksanaan proyek-proyek yang sedang maupun akan dikembangkan. TRIN juga masih akan fokus pada pengembangan rumah tapak, logistik park, dan data center.
“TRIN juga berkomitmen untuk menghadirkan ruang hidup yang berbudaya, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah bagi generasi mendatang,” paparnya.