
Kecelakaan di Sungai Parakandawa, Lansia Ditemukan Meninggal Dunia
WONOSOBO – Narti (65), seorang lansia dari Dusun Parakandawa, Desa Kaliguwo, Kecamatan Kaliwiro, Kabupaten Wonosobo, ditemukan meninggal dunia di aliran Sungai Parakandawa pada Senin (10/11/2025) pagi. Kejadian ini terjadi setelah korban dilaporkan hilang sejak Minggu (9/11/2025) sore setelah menanam padi di sawah.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Menurut informasi yang diperoleh, Narti diduga terpeleset dan jatuh ke sungai. Jenazahnya akhirnya ditemukan sekitar 4 kilometer dari lokasi awal kejadian. Sebelumnya, korban masih terlihat beraktivitas di sawah hingga sore hari. Namun, warga mengatakan bahwa Narti belum pulang ke rumah hingga menjelang malam.
Pencarian dimulai oleh warga bersama pemerintah desa setempat di area sawah, kebun, dan sekitar sungai. Sayangnya, pencarian tersebut tidak memberikan hasil hingga malam hari. Hal ini disebabkan oleh kondisi sungai yang meluap, sehingga warga enggan menyebrang.
Habib, Relawan Penanggulangan Bencana (RPB) dan SAR Kaliwiro, menjelaskan bahwa saat pencarian, kondisi sungai sedang meluap. “Korban terakhir terlihat masih mencari sayur di kebun setelah menanam padi. Saat itu, kondisi sungai meluap dan beberapa warga tidak berani menyeberang karena banjir,” katanya saat dikonfirmasi.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan yang terdiri dari SAR Kaliwiro, BPBD Wonosobo, Polsek Kaliwiro, Koramil Kaliwiro, Pemerintah Desa Kaliguwo, Puskesmas Kaliwiro, BAGANA, SAR MTA Wonosobo, serta masyarakat setempat dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian. Pencarian difokuskan di area sungai yang melintasi sawah dan kebun.
Tim dibagi menjadi beberapa Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir sepanjang aliran Sungai Parakandawa. “Sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi (Senin 10/11/2025), salah satu SRU menemukan korban di sungai sekitar 4 kilometer dari titik awal dugaan korban terpeleset,” terang Habib.
Setelah ditemukan, korban dievakuasi dan dilakukan identifikasi oleh pihak kepolisian serta tim medis. Hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau kejanggalan. Setelah itu, jenazah langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di pemakaman desa setempat.
“Alhamdulillah, proses evakuasi berjalan aman dan lancar. Semua unsur terlibat saling bahu-membahu sejak awal laporan hingga operasi SAR ditutup,” tambah Habib.
Atas kejadian ini, relawan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai, terutama ketika debit air meningkat setelah hujan. Mereka juga menyarankan agar masyarakat selalu memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dan menghindari aktivitas yang berisiko tinggi saat cuaca buruk.