
JEMBER, aiotrade
Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Senin (15/12/2025) hingga Selasa dini hari (16/12/2025) menimbulkan korban jiwa. Seorang lansia asal Kecamatan Kalisat ditemukan meninggal dunia di tepi sungai, diduga akibat terseret arus banjir.
Korban bernama Titik (65), seorang buruh gudang asal Dusun Tengah RT 2 RW 19 Desa Kalisat, dilaporkan tidak pulang ke rumah sejak Senin sore setelah bekerja. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Indra Tri Purnomo menjelaskan bahwa pihak keluarga terakhir kali melihat korban sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu, korban biasanya pulang dari gudang dan menyeberangi jembatan yang sudah tergenang air akibat debit sungai yang meningkat.
TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET
Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)
CARA KERJA (Real)
- Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
- Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
- Profit 1 siklus = 1.2%
- Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
- Anti Loss & SPOT Market (Aman)
- LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
- Tanpa emosi, pantau chart otomatis
- Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan
Pada waktu tersebut, hujan deras mengguyur wilayah tersebut, termasuk banyak daerah di Jember. Hingga petang, korban belum juga tiba di rumah, sehingga keluarga mulai melakukan pencarian dengan menanyakan keberadaannya kepada rekan kerjanya. Akhirnya, korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa setelah seorang saksi melihat jasadnya tersangkut di pohon di pinggir sungai.
Indra menyebutkan bahwa korban diduga meninggal akibat terseret arus sungai. Ia menambahkan bahwa pihak BPBD Jember langsung melakukan pendampingan takziah dan penyaluran bantuan logistik kepada keluarga korban. "BPBD Jember menyerahkan bantuan berupa paket sembako sebagai bentuk kepedulian dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan," ujarnya.
Indra mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jembatan atau sungai yang meluap. Peringatan dini cuaca ekstrem masih terus dilaporkan dan potensi banjir masih bisa terjadi.
Pada Senin (15/12/2025), sejumlah wilayah di Jember memang diguyur hujan sedang hingga lebat sejak siang hingga petang. Tingginya intensitas hujan tersebut membuat debit air sejumlah sungai naik dan meluap. Akibatnya, banyak permukiman terdampak banjir luapan hingga menyebabkan beberapa jembatan rusak.
Di sisi lain, derasnya hujan juga membuat longsor terjadi di 3 kecamatan. BPBD melaporkan sebanyak 1.271 keluarga terdampak dan 1 orang meninggal dunia karena bencana hidrometeorologi tersebut.
Informasi Terkait Banjir di Jember
- Peristiwa banjir yang terjadi pada 15 hingga 16 Desember 2025 mengakibatkan beberapa wilayah terendam air.
- Sungai-sungai yang meluap menjadi penyebab utama banjir, terutama di wilayah Jember.
- Jembatan-jembatan yang terkena dampak banjir mengalami kerusakan.
- Longsoran tanah terjadi di tiga kecamatan akibat hujan deras.
- Bantuan logistik seperti paket sembako disalurkan kepada para korban banjir.
Upaya Penanggulangan Bencana
- Tim BPBD Jember turun langsung untuk membantu proses evakuasi dan pendampingan keluarga korban.
- Pemerintah setempat memberikan perhatian serius terhadap situasi bencana yang terjadi.
- Masyarakat diminta untuk tetap waspada dan menghindari area rawan banjir serta longsoran.
- Koordinasi antara instansi terkait dilakukan untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif.
Rekomendasi untuk Masyarakat
- Waspadai curah hujan tinggi yang dapat menyebabkan banjir dan longsoran.
- Hindari melintasi jembatan atau sungai yang tergenang air.
- Lakukan persiapan darurat seperti menyimpan barang penting dan memastikan keluarga aman.
- Ikuti informasi resmi dari instansi terkait untuk mendapatkan update terbaru tentang kondisi cuaca dan bencana.
Dengan adanya bencana alam seperti banjir, masyarakat diharapkan lebih siap dan tanggap terhadap ancaman bencana. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat sangat penting untuk meminimalisir risiko dan dampak bencana.