Lansia Tewas di Kolam Lakbok Ciamis, Diduga Terpeleset

admin.aiotrade 08 Nov 2025 3 menit 15x dilihat
Lansia Tewas di Kolam Lakbok Ciamis, Diduga Terpeleset
Lansia Tewas di Kolam Lakbok Ciamis, Diduga Terpeleset

Kecelakaan Maut Lansia di Kolam, Keluarga Diminta Lebih Waspada

Seorang lansia bernama Elah (70), warga Dusun Karangmalang RT 27, Desa Puloerang, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, ditemukan meninggal dunia di sebuah kolam pada Jumat (7/11/2025) siang. Peristiwa ini terjadi di Dusun Kiarapayung, Desa Puloerang, dan menimbulkan duka bagi keluarga serta masyarakat setempat.

AioTrade Autopilot
🔥 SPONSOR

TRADING OTOMATIS 24 JAM TANPA RIBET

Aiotrade adalah alat bantu trading autopilot nonstop di market SPOT Binance & Bitget
(Next: OKX, Tokocrypto & Saham)

Bukan FUTURE. Bukan Judi. Bukan Tebak-tebakan.
CARA KERJA (Real)
  • Harga Turun 1% → BELI OTOMATIS
  • Harga Naik 1.2% → JUAL OTOMATIS
  • Profit 1 siklus = 1.2%
  • Mengulang selama market bergerak
KEUNGGULAN UTAMA
  • Anti Loss & SPOT Market (Aman)
  • LEGAL & Terdaftar BAPPEBTI
  • Tanpa emosi, pantau chart otomatis
  • Tidur/Sibuk, transaksi tetap jalan

Menurut informasi yang dikumpulkan dari Puskesmas Lakbok, korban pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 13.30 WIB. Sebelumnya, Elah dilaporkan menghilang sejak Kamis (6/11/2025) pukul 13.00 WIB. Berdasarkan keterangan dari keluarga, Elah diketahui memiliki kondisi pikun, sehingga rentan mengalami kecelakaan.

Diduga kuat penyebab kematiannya adalah korban terpeleset saat berada di dekat kolam hingga akhirnya tenggelam. Hal ini disampaikan oleh Kepala Puskesmas Lakbok, Udung Hindaya, dalam laporan tertulisnya. Ia menjelaskan bahwa pihaknya langsung berkoordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan aparat desa untuk melakukan evakuasi korban.

Hasil pemeriksaan di lokasi kejadian menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Oleh karena itu, korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.

Kepala BPBD Ciamis, Ani Supiani, membenarkan laporan tersebut dan menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang menimpa korban. Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota lansia, agar lebih waspada dan selalu mendampingi dalam aktivitas sehari-hari.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anggota lanjut usia, agar lebih waspada dan selalu mendampingi dalam aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.

Jenazah korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat tentang pentingnya pengawasan terhadap lansia, terutama yang memiliki kondisi kesehatan seperti pikun atau gangguan mental.

Faktor-Faktor yang Memicu Kecelakaan Lansia

Beberapa faktor dapat menyebabkan kecelakaan pada lansia, antara lain:

  • Kondisi kesehatan – Seperti yang dialami Elah, kondisi pikun membuat lansia sulit mengingat atau merespons lingkungan sekitarnya.
  • Lingkungan rumah – Area seperti kolam, tangga, atau jalan yang licin bisa menjadi bahaya jika tidak dipersiapkan dengan baik.
  • Kurangnya pengawasan – Terutama bagi lansia yang tinggal sendirian atau hanya didampingi oleh anggota keluarga yang sibuk.

Langkah Pencegahan yang Dapat Dilakukan

Untuk menghindari kejadian serupa, berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil:

  • Pemantauan intensif – Pastikan lansia selalu dalam pengawasan, terutama ketika berada di area berbahaya seperti kolam atau sungai.
  • Perbaikan lingkungan – Pastikan rumah atau area tempat tinggal lansia aman, seperti menambahkan pagar di sekitar kolam atau memperbaiki permukaan lantai.
  • Pendidikan keluarga – Ajarkan keluarga bagaimana cara merawat lansia secara efektif dan mengenali tanda-tanda bahaya.


Dengan adanya kejadian ini, diharapkan masyarakat lebih sadar akan pentingnya perlindungan terhadap lansia. Tidak hanya dari segi fisik, tetapi juga dari segi psikologis dan emosional. Dengan perhatian yang cukup, risiko kecelakaan bisa diminimalisir dan kualitas hidup lansia dapat ditingkatkan.

Diskusi Pembaca (0)

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama memberikan tanggapan informatif!

Tinggalkan Balasan